Prabowo Minta Kabinet Merah Putih Stop Bangun Kantor Mewah, Alihkan ke Proyek Produktif

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta Kabinet Merah Putih menghentikan pembangunan kantor mewah dan mengalihkan anggaran ke proyek produktif.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:51 WIB
Prabowo Minta Kabinet Merah Putih Stop Bangun Kantor Mewah, Alihkan ke Proyek Produktif

Prabowo Minta Kabinet Merah Putih Stop Bangun Kantor Mewah, Alihkan ke Proyek Produktif

matamata.com - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk fokus menjalankan proyek yang produktif dan menghasilkan nilai tambah. Kebijakan ini diambil demi memastikan percepatan kesejahteraan dan pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah membangun sejumlah kawasan produksi komoditas perikanan. Langkah ini tidak hanya untuk memenuhi pasokan kebutuhan domestik, tetapi juga digenjot untuk pasar ekspor demi menghasilkan devisa negara.

"Saya kira dalam bulan-bulan mendatang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif," ujar Presiden Prabowo saat menyaksikan panen raya di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan Kebumen, Jawa Tengah, secara daring dari Jakarta, Sabtu (23/5/2026).

Sebagai contoh konkret, Tambak Budidaya Udang di Kebumen mampu menghasilkan 40 ton udang per hektare dan telah menyerap 650 pekerja lokal. Selain Kebumen, pemerintah juga tengah membangun kawasan tambak terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), serta merevitalisasi tambak ikan di Jawa Barat.

"Saya kasih petunjuk ke kabinet, yang boleh dan harus kita dukung serta jalankan adalah proyek-proyek yang produktif," tegas Prabowo.

Bagi Presiden, proyek strategis yang layak didukung adalah proyek yang menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, serta mendongkrak pendapatan rakyat. Karena itu, pemerintah secara resmi menunda pembangunan yang hanya berfokus pada pendirian kantor-kantor pemerintahan yang mewah.

Prabowo menggarisbawahi bahwa bangunan kantor yang megah sama sekali tidak berkorelasi langsung dengan peningkatan produktivitas nasional.

"Kantor megah, produknya tidak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenhut siapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan karhutla di Jambi yang masuk 6 besar titik panas nasional....

news | 14:30 WIB

KPK memeriksa saksi swasta berinisial SYI untuk mendalami aliran uang suap restitusi PPN di KPP Madya Banjarmasin. Simak...

news | 12:18 WIB

Kemenhut mewajibkan pemegang izin PBPH melakukan langkah ekstra dalam penanganan karhutla untuk mengantisipasi cuaca eks...

news | 12:12 WIB

Komisi III DPR RI menargetkan RUU Perampasan Aset rampung Desember 2026. Dengan sisa waktu efektif 8 minggu, DPR maraton...

news | 08:15 WIB

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengusulkan kenaikan biaya pendaftaran visa kerja H-1B menjadi Rp1,82 miliar per per...

news | 07:00 WIB