Prabowo Tegaskan RI Sudah Swasembada Pangan di Tengah Konflik Geopolitik

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah konflik geopolitik global saat panen raya udang di Kebumen.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:53 WIB
Suasana tambak udang saat panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Kawasan tambak seluas sekitar 100 hektare tersebut memiliki nilai produksi mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Suasana tambak udang saat panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Kawasan tambak seluas sekitar 100 hektare tersebut memiliki nilai produksi mencapai sekitar Rp67,2 miliar per siklus atau berpotensi menembus Rp134,4 miliar per tahun dan mampu menyerap ratusan tenaga kerja. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Matamata.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan di tengah ketidakpastian dan konflik geopolitik global. Salah satu bukti nyatanya adalah keberhasilan produksi udang di Kebumen, Jawa Tengah.

Pencapaian ini diklaim sebagai hasil dari langkah strategis pemerintah selama 19 bulan terakhir dalam memperkuat kemandirian sektor pangan guna menjamin stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.

"Alhamdulillah, dalam bisa dikatakan 18 bulan ya saya memimpin pemerintahan dari Oktober 2024, satu tahun tujuh bulan. Jadi 19 bulan. Alhamdulillah banyak yang sudah kita capai. Kita sekarang sudah swasembada pangan, sudah swasembada beras, jagung, kemudian protein kita," kata Presiden Prabowo melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (23/5/2026).

Saat menghadiri panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Presiden merinci bahwa capaian swasembada saat ini mencakup komoditas pokok seperti beras, jagung, dan protein telur ayam. Sementara untuk komoditas daging, pemerintah tengah menggenjot percepatan produksi dengan target kemandirian penuh dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Di tengah ketegangan geopolitik global, Presiden menekankan pentingnya Indonesia memiliki kekuatan pertahanan yang tangguh. Hal ini krusial untuk melindungi kekayaan alam nasional dari intervensi asing yang ingin menguasai sumber daya domestik.

"Kita bersyukur ke Yang Maha Kuasa kita masih tidak terlibat, tapi kita waspada. Kita harus punya kekuatan. Makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita, untuk jaga kekayaan kita. Dan sekarang kekayaan-kekayaan kita, kita kelola sendiri," tegasnya.

Selain ketahanan pangan dan pertahanan, Presiden menyoroti pentingnya menutup celah kebocoran kekayaan negara yang menghambat kesejahteraan rakyat. Ia berkomitmen memastikan kekayaan tersebut dikelola transparan dan dinikmati langsung oleh seluruh rakyat, bukan segelintir pihak.

"Saya tegaskan bahwa Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor dan kebocoran ini harus kita hentikan. Saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan semua pembantu saya. Kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," lanjut Prabowo.

Sebagai langkah replikasi, pemerintah terus memperluas model proyek produktif ini ke berbagai daerah, seperti pengembangan tambak udang dan ikan di Waingapu, Gorontalo, hingga kawasan Pantura, Jawa Barat. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat posisi ekonomi Indonesia.

Infrastruktur ekonomi masif seperti BUBK Kebumen menjadi percontohan nyata. Berdiri di atas lahan seluas 100 hektare dengan teknologi modern, tambak ini tercatat telah memproduksi 1.151.497 kg udang hingga operasional siklus ke-8.

Baca Juga: Prabowo Minta Kabinet Merah Putih Stop Bangun Kantor Mewah, Alihkan ke Proyek Produktif

Proyek ini juga menyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp83,3 miliar, serta menyerap 145 tenaga kerja tetap dan 500 tenaga harian lepas dari masyarakat lokal. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Konferensi Tinjauan ke-11 Perjanjian Nuklir NPT berakhir tanpa kesepakatan. Sekjen PBB Antonio Guterres ungkap kekecewaa...

news | 13:57 WIB

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas meminta Kabinet Merah Putih menghentikan pembangunan kantor mewah dan mengalihkan...

news | 13:51 WIB

China kritik keras rencana Jepang menaikkan anggaran pertahanan hingga 5 persen PDB dan menolak pengerahan sistem rudal ...

news | 13:47 WIB

Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung panen raya udang di BUBK Kebumen dengan Maung Garuda. Proyek strategis ini s...

news | 11:45 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak pemerintah memperkuat literasi digital dan mengaudit pemblokiran situs judi online s...

news | 13:27 WIB

Kementerian ESDM mencatat PNBP sektor minerba tembus Rp56 triliun per 15 Mei 2026 berkat hilirisasi proyek smelter Freep...

news | 13:24 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) merespons langsung demonstrasi JMI terkait dugaan penyimpangan pengadaan Program Makan Bergizi...

news | 13:18 WIB

Komisi I DPR RI mengapresiasi langkah cepat Kemlu RI dan pemerintah Turki dalam membebaskan 9 WNI relawan kemanusiaan Ga...

news | 12:00 WIB

Kementerian HAM menyiapkan program beasiswa peliputan dan penguatan perlindungan bagi jurnalis sepanjang 2026 demi mengi...

news | 11:32 WIB

Menhub Dudy Purwagandhi pastikan lahan Bandara Kertajati siap dibangun menjadi pusat MRO pesawat Hercules se-Asia usai p...

news | 10:15 WIB