Menhub Pastikan Lahan Bandara Kertajati Siap untuk Pusat MRO Pesawat Hercules

Menhub Dudy Purwagandhi pastikan lahan Bandara Kertajati siap dibangun menjadi pusat MRO pesawat Hercules se-Asia usai pertemuan Kemenhan dan Pentagon.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:15 WIB
Menhub Pastikan Lahan Bandara Kertajati Siap untuk Pusat MRO Pesawat Hercules

Menhub Pastikan Lahan Bandara Kertajati Siap untuk Pusat MRO Pesawat Hercules

matamata.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan ketersediaan lahan di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, sangat mencukupi untuk pembangunan pusat maintenance, repair, and overhaul (MRO) pesawat C-130/Hercules. Proyek strategis ini ditargetkan menjadi hub regional di kawasan Asia.

"Lahan Kertajati masih cukup memadai untuk fasilitas MRO Hercules," ujar Dudy usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta.

Dudy menjelaskan, pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat MRO merupakan program jangkauan luas yang digagas pemerintah sejak tahun lalu. Industri perawatan ini tidak hanya menyasar pesawat Hercules, tetapi juga berbagai jenis armada lainnya, termasuk helikopter yang saat ini tengah digarap oleh PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF).

Terkait peluang keterlibatan Lockheed Martin—perusahaan manufaktur dirgantara asal Amerika Serikat—Dudy menyebut hal itu bergantung pada klausul kerja sama pengadaan pesawat oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

"Kalau dari Kementerian Pertahanan melakukan pengadaan Hercules, biasanya ada kerja sama lanjutan termasuk penyelenggaraan maintenance. Jika pabrikan menyetujui, pasti sudah ada pembicaraan lebih lanjut," kata Dudy.

Ia menegaskan bahwa Kemenhub membuka pintu lebar bagi masuknya investasi fasilitas MRO dari pihak manapun, termasuk Lockheed Martin, mengingat cadangan lahan Kertajati yang masih sangat luas. Untuk mengeksekusi rencana ini, Kemenhub akan terus mengintensifkan koordinasi dengan Kemenhan.

Rencana menjadikan Bandara Kertajati sebagai hub MRO Hercules se-Asia ini mencuat setelah Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, pihak AS menyampaikan komitmennya untuk membangun pusat pemeliharaan mesin pesawat angkut berat tersebut di Indonesia.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan bahwa pemilihan Kertajati didasarkan pada posisi strategis dan kesiapan infrastruktur pendukungnya.

"Pemilihan Kertajati mempertimbangkan ketersediaan lahan yang luas serta fasilitas pendukung penerbangan yang sudah memadai," pungkas Rico. (Antara)

Baca Juga: Hadapi Disrupsi Digital, Jateng Media Summit 2026 Rumuskan Peta Jalan Baru Media Lokal

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kemenkeu mencatat penerimaan Bea Cukai per September 2026 mencapai Rp240,28 triliun (71,51% target APBN). Simak rincian ...

news | 14:11 WIB

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengimbau massa serikat buruh menjaga ketertiban saat demo pengesahan RUU Pelindu...

news | 14:06 WIB

DPR RI resmi mengesahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan menjadi UU dalam Rapat Paripurna. Menaker Yassierli sebut UU i...

news | 13:40 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan membacakan putusan perkara PHPU terkait keabsahan syarat pendidikan Gibran Rakabumi...

news | 11:31 WIB

Calvin Verdonk menilai gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi modal penting Timnas Indonesia untuk bersaing di Grup F P...

news | 10:15 WIB