Wapres Gibran dan Menhub Tinjau MRT Fase 2A, Targetkan HI-Monas Beroperasi Akhir 2027

Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Menhub Dudy Purwagandhi meninjau proyek MRT Jakarta Fase 2A. Target rute HI-Monas beroperasi akhir 2027.

Elara | MataMata.com
Rabu, 13 Mei 2026 | 06:00 WIB
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kiri), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kedua kanan), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan) dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat (kiri) meninjau proyek pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota di Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/HO-BKIP Kemenhub

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka (tengah) didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kiri), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kedua kanan), Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan) dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat (kiri) meninjau proyek pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI-Kota di Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/HO-BKIP Kemenhub

Matamata.com - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meninjau langsung proyek pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI-Kota, Selasa (12/5/2026). Dalam tinjauan tersebut, Wapres menyusuri area konstruksi mulai dari Stasiun Sawah Besar hingga Stasiun Harmoni.

Wapres Gibran mengapresiasi kinerja seluruh pihak, khususnya para pekerja konstruksi yang dinilai bekerja keras menjaga proyek tetap berjalan sesuai dengan garis waktu (timeline) yang direncanakan.

"Secara keseluruhan, tadi sudah dilaporkan Pak Dirut (MRT) progres pembangunannya sudah mencapai 59 persen. Di akhir tahun 2027, HI-Monas tersambung dan sudah beroperasi, lalu di akhir 2029 nyambung sampai ke Stasiun Kota," ujar Wapres Gibran di sela-sela peninjauan.

Gibran menegaskan bahwa penyediaan transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, serta modern merupakan salah satu program prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga kawasan aglomerasi.

"Jadi, ini progres yang luar biasa sekali. Terima kasih sekali sudah bekerja pagi, siang, malam, sehingga progres pembangunan yang ada di sini bisa sesuai timeline," tutur Wapres.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa kualitas konstruksi MRT Fase 2A harus tetap dijaga secara optimal. Hal ini krusial demi memastikan keselamatan kerja, ketepatan waktu, serta kenyamanan masyarakat pengguna transportasi publik di masa depan.

"Penting menjaga kualitas pekerjaan konstruksi dalam proyek pembangunan MRT Fase 2A," tegas Menhub Dudy.

Menhub juga mendorong adanya koordinasi lintas sektor yang ketat agar pembangunan infrastruktur masif ini berjalan efektif tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas maupun aktivitas ekonomi warga di sekitar area proyek.

Berdasarkan data teknis, progres pembangunan MRT Fase 2A menunjukkan tren positif. Pada Segmen 1 (rute HI-Monas), pengerjaan telah mencapai 80,47 persen. Sedangkan untuk Segmen 2 (rute Harmoni-Kota), progres fisik berada di angka 51,04 persen.

"Kehadiran MRT tidak hanya meningkatkan konektivitas transportasi publik di wilayah Jakarta, namun juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang modern, efisien, dan ramah lingkungan,” kata Menhub menambahkan.

Baca Juga: Festival Raksha Loka, Ketika Akar Rumput Menjadi Solusi Krisis Iklim Global

Sebagai catatan, kinerja operasional MRT Jakarta terus menunjukkan pertumbuhan sejak pertama kali diluncurkan. MRT Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) saat ini telah melayani rata-rata 47 juta penumpang per tahun. Bahkan pada triwulan pertama (Januari-Maret) tahun 2026, MRT Jakarta mencatat volume lebih dari 11,5 juta pelanggan dengan tingkat ketepatan waktu (on-time performance) yang sangat tinggi.

“Semoga pembangunan MRT Jakarta dapat menjadi tonggak penguatan sistem transportasi massal perkotaan yang terintegrasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” pungkas Dudy.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif impor 100 persen bagi negara Eropa yang nekat menerapkan pajak...

news | 13:03 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya ruang kreatif komunitas dalam menjaga kelestarian tradisi, merujuk pa...

news | 10:45 WIB

Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Kebangsaan 2026 di JCC member...

news | 09:30 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengalihkan hadiah sayembara Rp250 juta kepada keluarga korban penyekapan. Pemprov Jabar jug...

news | 07:30 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkomitmen mendukung seni tradisi Lengger Banyumas menembus panggung internasional demi me...

news | 06:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menambah penempatan dana pemerintah (SAL) hingga Rp400 triliun di bank Himbara de...

news | 16:22 WIB

Kementerian ESDM sempat menahan ekspor batu bara demi mengamankan pasokan listrik PLN. Kini ekspor normal kembali dan pe...

news | 16:04 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebut Indonesia masih kekurangan 7.500 layar bioskop. Intip peluang investasi industri film...

news | 14:51 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi resmi ditunjuk menjadi Ketua Satgas Mitigasi PHK. Satgas siap menggandeng Polri untuk memetakan ...

news | 13:19 WIB

Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp100 miliar dalam APBD untuk program beasiswa LPDP khusus Jakarta. Simak ku...

news | 13:15 WIB