Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Menhub: Ini Pelajaran Penting untuk Evaluasi Menyeluruh

Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan kecelakaan kereta di Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang menjadi momentum evaluasi total keselamatan transportasi.

Elara | MataMata.com
Rabu, 29 April 2026 | 07:15 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kanan) didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (kedua kiri), Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan) memberi keterangan kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA/HO-Kemenhub

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kedua kanan) didampingi Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (kedua kiri), Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono (kanan) memberi keterangan kepada awak media di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA/HO-Kemenhub

Matamata.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi pelajaran pahit sekaligus momentum evaluasi total bagi keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Peristiwa yang melibatkan Kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh tersebut kini dalam penanganan serius pemerintah.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi PT Kereta Indonesia (KAI) dan pemerintah untuk terus meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Dudy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Dudy menekankan bahwa aspek keamanan dan keselamatan harus menjadi prioritas utama di atas kenyamanan penumpang. Sebagai langkah konkret, Kementerian Perhubungan telah memberikan wewenang penuh kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasi penyebab pasti kecelakaan secara objektif.

Hingga Selasa siang pukul 13.26 WIB, PT KAI mencatat dampak fatal akibat insiden ini: 15 orang meninggal dunia dan 88 lainnya luka-luka. Seluruh korban tewas telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sementara korban luka tersebar di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Atensi Presiden Prabowo Subianto Tragedi ini menarik perhatian langsung Presiden Prabowo Subianto. Didampingi Menhub, Presiden mengunjungi para korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4) untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal.

"Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan pemerintah. Kami pastikan investigasi menyeluruh dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian ini," tegas Presiden Prabowo di hadapan keluarga korban.

Sebelumnya, Menhub bersama Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, telah mengawal proses evakuasi di lokasi kejadian sejak Senin (27/4) malam. Menhub memastikan pemerintah dan operator akan berkoordinasi intensif guna mencegah tragedi serupa terulang kembali di masa depan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

YBB Gelar JYS 2026 di Osaka, ajang pemuda dunia bertukar ide, pamer budaya, dan bangun kolaborasi global....

news | 14:12 WIB

Dinas ESDM Riau mengawasi ketat operasional tambang tanah urug galian C di Kampar. Ditemukan pelanggaran subkontraktor, ...

news | 11:24 WIB

PT Pertamina Patra Niaga menjamin stok BBM bersubsidi jenis Pertalite aman dan tidak langka. Distribusi di seluruh SPBU ...

news | 10:30 WIB

Menpar Widiyanti Putri Wardhana suarakan pariwisata berkelanjutan dan pamerkan inovasi digital AI 'MaiA' di Sidang ke-12...

news | 08:00 WIB

China resmi menjatuhkan sanksi larangan masuk wilayah dan blokade transaksi terhadap Menhan Filipina Gilberto Teodoro Jr...

news | 06:00 WIB

Empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis di Natuna berhenti beroperasi sementara akibat...

news | 16:03 WIB

COO Danantara Dony Oskaria membeberkan strategi restrukturisasi BUMN yang diawali dengan pembenahan data jumlah perusaha...

news | 15:59 WIB

Pemerintah resmi memberikan subsidi kedelai impor sebesar Rp2.000 per kg untuk 250.000 ton tahap awal demi melindungi pe...

news | 14:47 WIB

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) diprioritaskan untuk wa...

news | 12:30 WIB

Kemlu Rusia angkat bicara terkait kabar Presiden Vladimir Putin yang belum menerima undangan dari AS untuk menghadiri KT...

news | 11:30 WIB