Gibran Kritik Minimnya Penerangan dan Pemeliharaan Sentra Pendidikan Mimika

Wapres Gibran Rakabuming Raka mengkritik minimnya lampu penerangan dan pemeliharaan gedung saat meninjau Sentra Pendidikan di Mimika, Papua Tengah.

Elara | MataMata.com
Selasa, 21 April 2026 | 12:07 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua Tengah, pada Senin petang (20/4/2026). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka beserta jajaran tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, Papua Tengah, pada Senin petang (20/4/2026). (ANTARA/Mentari Dwi Gayati)

Matamata.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti kondisi fasilitas pendidikan saat meninjau Sentra Pendidikan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (21/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres mengkritik minimnya pencahayaan di ruang kelas dan asrama siswa.

Saat memasuki salah satu ruang kelas yang tengah melaksanakan pelajaran matematika, Gibran langsung merasakan suasana ruangan yang redup. Ia menyadari hanya ada satu lampu yang berfungsi meski jendela kelas sudah dibuka lebar.

"Gelap sekali ruangan kelasnya. Listriknya mati, Pak Guru?" tanya Gibran kepada tenaga pendidik di lokasi.

Kritik serupa kembali dilontarkan saat Wapres meninjau asrama tempat para siswa menginap. Menyusuri lorong asrama yang minim cahaya, Gibran menilai aspek perawatan gedung perlu ditingkatkan.

"Maintenance-nya (pemeliharaannya) agak kurang ya," ujar Wapres singkat sebelum meninggalkan area asrama.

Selain masalah infrastruktur, Gibran juga mengevaluasi materi pembelajaran di laboratorium informatika. Saat berinteraksi dengan siswa kelas 10 SMA, ia mempertanyakan mengapa penggunaan formula pada program Microsoft Excel belum diajarkan dan masih menggunakan input manual.

"Belum diajarkan materi formula ya? Input angkanya masih manual, tidak pakai formula? Kapan diajarkan?" tanya Wapres.

Nurhayati, Guru Informatika SMAN 5 Sentra Pendidikan, menjelaskan bahwa materi tersebut baru akan diberikan pada jenjang kelas 11.

Sebagai informasi, Sentra Pendidikan Mimika saat ini menampung 1.031 siswa yang terdiri dari jenjang SD (205 siswa), SMP (285 siswa), dan SMA (541 siswa). Sekolah yang berdiri sejak 2010 ini difokuskan bagi putra-putri asli Mimika, khususnya suku Kamoro, Amungme, dan lima suku kerabat lainnya.

Kepala SMP Negeri Sentra Pendidikan, Anton Rante, menjelaskan bahwa fasilitas asrama diprioritaskan bagi siswa dari wilayah pesisir atau kampung terpencil agar tetap mendapatkan akses pendidikan. Seluruh biaya sekolah, asrama, hingga seragam ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Baca Juga: Kemenag Siapkan 118 Hotel di Madinah, Jamin Layanan Setara bagi Jamaah Haji

Dalam kunjungan kerja ini, Wapres didampingi oleh Menko Polkam Djamari Chaniago, Wamenpaman Ribka Haluk, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, dan jajaran Forkopimda setempat. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Description: Komisi III DPR RI mengusulkan agar RUU Polri terbaru turut mengatur netralitas anggota aktif terhadap ormas...

news | 14:28 WIB

Ketua Fraksi Golkar DPR M. Sarmuji mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) transparan dalam penunjukan titik SPPG dan mengeva...

news | 14:24 WIB

KSP tegaskan komitmen selamatkan aset negara. Kepala KSP Dudung Abdurachman sebut Satgas PKH berhasil amankan aset & keu...

news | 14:21 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai mengusulkan agar jabatan utama nonoperasional di Polri dapat diisi oleh sipil lewat revisi UU...

news | 12:51 WIB

Menkum Supratman Andi Agtas ingatkan ASN jangan main-main dengan layanan publik usai kasus korupsi Wamen Imigrasi Silmy ...

news | 12:45 WIB

Mendag Budi Santoso resmi merevisi aturan PMSE (Permendag 31/2023). Kini, pedagang online wajib punya izin usaha, dan fi...

news | 11:29 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mendukung penuh KPK mengusut dugaan korupsi izin tinggal WNA Rp145,5 miliar yan...

news | 11:24 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pastikan tarif bus Transjabodetabek, termasuk rute Blok M - Bandara Soetta naik bulan...

news | 10:07 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memberikan peringatan keras bahwa korupsi akan dikejar sampai pensiun. Kemensos kini menonaktifka...

news | 08:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung program bedah rumah (BSPS) di Bantul. Pemerint...

news | 07:15 WIB