Yusril Dukung KPK Usut Kasus Korupsi Imigrasi Rp145,5 M yang Seret Silmy Karim

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra mendukung penuh KPK mengusut dugaan korupsi izin tinggal WNA Rp145,5 miliar yang menyeret Wamen Silmy Karim.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 05 Juni 2026 | 11:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Fathur Rochman

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Fathur Rochman

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan dukungan penuh pemerintah kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Kasus ini menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan periode 2024–2026, Silmy Karim, yang telah ditetapkan sebagai tersangka bersama tujuh orang lainnya atas dugaan pemerasan senilai Rp145,5 miliar sepanjang tahun 2022–2026.

Yusril menyatakan bahwa tindakan korupsi oleh oknum aparatur tidak boleh mencederai komitmen reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Pemberantasan korupsi harus berjalan beriringan dengan perbaikan sistem. Jika terdapat celah yang memungkinkan penyalahgunaan kewenangan, maka celah tersebut harus segera ditutup melalui reformasi tata kelola yang lebih kuat dan transparan," kata Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Dukungan pemerintah, lanjut Yusril, diberikan terhadap pengusutan seluruh rangkaian kasus, baik yang terjadi saat Silmy Karim menjabat sebagai Direktur Jenderal Imigrasi pada kurun waktu 2023–2024, maupun yang diduga masih berlangsung hingga saat ini.

"Ini kalau ternyata KPK menemukan bukti korupsi itu terus berlanjut sampai sekarang, ketika Silmy telah menjadi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan," tutur Yusril.

Merespons situasi ini, Kemenko Kumham Imipas langsung berkoordinasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pelayanan keimigrasian. Langkah ini diambil guna memperkuat pengawasan internal dan memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan normal serta profesional.

Yusril juga mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh jajaran Imigrasi untuk kooperatif dan membantu penyidik KPK. Ia meminta instansi terkait membuka akses data, dokumen, dan informasi yang relevan untuk menuntaskan perkara.

"Pemerintah akan membantu pengusutan perkara ini agar seluruh fakta hukum dapat terungkap secara terang dan tuntas. Jangan ada seorang pun yang mencoba untuk menghalang-halangi penegakan hukum," tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh aparatur pemerintah menjadikan kasus ini sebagai momentum evaluasi penting untuk memperkuat budaya integritas dan akuntabilitas.

Baca Juga: Pramono Anung Pastikan Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Naik Bulan Ini

Sebelumnya, Ketua KPK Setyo Budiyanto mengungkapkan dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (4/6), bahwa Silmy Karim (SK) dan tujuh tersangka lainnya diduga meraup uang sedikitnya Rp145,5 miliar dari praktik pemerasan di Ditjen Imigrasi.

"Sekurang-kurangnya nilai atau nominalnya adalah Rp145,5 miliar," ujar Setyo.

Uang hasil pemerasan tersebut diduga diperoleh para tersangka dari WNA, biro jasa, maupun sponsor yang tengah mengurus permohonan izin tinggal di Indonesia. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pastikan tarif bus Transjabodetabek, termasuk rute Blok M - Bandara Soetta naik bulan...

news | 10:07 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memberikan peringatan keras bahwa korupsi akan dikejar sampai pensiun. Kemensos kini menonaktifka...

news | 08:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau langsung program bedah rumah (BSPS) di Bantul. Pemerint...

news | 07:15 WIB

KPK langsung tancap gas menginventarisasi kebutuhan anggaran dan SDM operasional menyusul instruksi dan dukungan penuh d...

news | 06:00 WIB

Menteri Perdagangan Budi Santoso siapkan 3 Permendag baru untuk ekspor CPO, batu bara, dan ferroalloy. Mulai 1 Januari 2...

news | 15:18 WIB

IHSG hari ini ambles lebih dari 4 persen ke level 5.694. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan pemerintah tak siapkan int...

news | 14:18 WIB

Presiden ke-6 RI SBY menegaskan dalam Asia Grassroots Forum 2026 bahwa UMKM adalah agenda ekonomi strategis dan tameng u...

news | 13:41 WIB

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menemui Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta di Dili untuk mematangkan rencana kunjungan ...

news | 13:15 WIB

KPK menduga Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menerima aliran uang pemerasan pengurusan KITAS/KITAP ratusan ...

news | 11:57 WIB

Istana angkat bicara terkait penahanan Wamen Imipas Silmy Karim oleh KPK dan penetapan tersangka eks pimpinan BGN oleh K...

news | 10:45 WIB