Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Matamata.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan Pemprov DKI bakal menyesuaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek dalam bulan ini. Salah satu rute yang akan mengalami perubahan tarif adalah layanan Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).
"Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).
Pramono menjelaskan, langkah penyesuaian ini terpaksa diambil karena alokasi anggaran subsidi untuk rute-rute tersebut sudah terlalu besar. Kendati demikian, ia belum merinci secara detail rute Transjabodetabek mana lagi yang akan mengalami penyesuaian tarif selain rute bandara.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta resmi meluncurkan rute baru Transjabodetabek SH2 (Blok M - Bandara Soetta) pada 12 Maret 2026 lalu. Sejak awal diresmikan, Pramono memang menargetkan evaluasi dan penyesuaian tarif dilakukan setelah rute tersebut beroperasi selama tiga bulan.
Saat ini, Pemprov DKI berencana mengkaji tarif baru untuk rute komuter bandara tersebut ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Pramono membeberkan, tingginya biaya operasional menjadi alasan kuat di balik rencana penghapusan atau pengurangan tarif subsidi ini.
“Pertama, karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan. Selain itu, di Terminal 1, 2, dan 3 (Bandara Soetta) tentunya bus parkir itu tidak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung,” pungkasnya. (Antara)