Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata

Kemenhaj meminta jemaah haji melaporkan pungutan liar dan melarang KBIHU menawarkan paket wisata ilegal. Jemaah juga wajib membawa Kartu Nusuk selama di Tanah Suci.

Elara | MataMata.com
Senin, 27 April 2026 | 15:47 WIB
Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata

Kemenhaj Minta Jemaah Haji Lapor jika Temukan Pungutan Liar, KBIHU Dilarang Jual Paket Wisata

matamata.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jemaah calon haji untuk proaktif melaporkan indikasi pungutan biaya tidak resmi selama penyelenggaraan ibadah haji. Penegasan ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

"Bagi jemaah, jangan segan-segan melaporkan segala bentuk pungutan biaya yang tidak seharusnya," ujar Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Maria menjelaskan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, penyelenggaraan haji tahun ini harus memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan. Oleh karena itu, Kemenhaj memberikan peringatan keras kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak melakukan pungutan dalam bentuk apa pun.

"Kemenhaj menegaskan kepada KBIHU untuk tidak melakukan pungutan, termasuk penawaran paket-paket wisata dengan memanfaatkan jemaah," tegasnya.

Menurut Maria, fokus utama jemaah saat ini adalah menjalankan rangkaian ibadah dengan tenang dan menjaga kondisi fisik demi menyongsong puncak haji. Kemenhaj pun meminta seluruh pihak mematuhi ketentuan yang berlaku agar penyelenggaraan haji berjalan aman dan bebas dari praktik yang merugikan.

Selain masalah pungutan, pemerintah juga mengingatkan jemaah calon haji yang telah tiba di Madinah untuk selalu membawa Kartu Nusuk saat keluar dari hotel. Kartu ini merupakan akses resmi sekaligus identitas wajib bagi jemaah selama di Arab Saudi.

"Kartu Nusuk berisi informasi data diri dan lokasi pemondokan melalui sistem kode batang (barcode). Tanpa kartu ini, jemaah akan ditolak memasuki kawasan tertentu, terutama di Makkah," tambah Maria.

Pemerintah mengimbau jemaah untuk selalu mengenakan kartu tersebut ke mana pun mereka pergi guna memudahkan pengawasan dan memberikan perlindungan maksimal selama masa operasional haji. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Istana Kepresidenan menunggu hasil penyidikan Bareskrim Polri terkait dalang penyadapan terhadap Presiden Prabowo dan se...

news | 15:00 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan pihak Istana belum mengetahui isi percakapan terkait dugaan penyadapan Presiden Prabo...

news | 14:31 WIB

Pemprov DKI Jakarta mulai menyalurkan KJP Plus dan KJMU lanjutan untuk 36.295 penerima dengan total anggaran lebih dari ...

news | 10:30 WIB

Duta Palma Group hadapi sidang tuntutan kasus korupsi perkebunan kelapa sawit di Riau dan TPPU senilai puluhan triliun d...

news | 10:00 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menata ulang pembiayaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menetapkan plafon biaya oper...

news | 09:44 WIB