Kementerian ESDM Terima Pagu Indikatif Rp27,33 Triliun untuk Anggaran 2027

Pemerintah tetapkan pagu indikatif Kementerian ESDM tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Simak rincian alokasi proyek pipa gas hingga listrik desa di sini.

Elara | MataMata.com
Selasa, 16 Juni 2026 | 07:00 WIB
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno ketika dijumpai di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tri Winarno ketika dijumpai di Kantor BP BUMN, Jakarta, Selasa (12/5/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri/pri.

Matamata.com - Pemerintah resmi menetapkan pagu indikatif Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun anggaran 2027 sebesar Rp27,33 triliun. Ketetapan ini bersumber dari Surat Bersama Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Bappenas.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa mayoritas dari total pagu indikatif tersebut akan dialokasikan langsung untuk sektor produktif.

"Sebesar Rp22,48 triliun atau sekitar 82 persen dialokasikan untuk program strategis dan infrastruktur sektor energi," ujar Tri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (15/6).

Sementara itu, sisa anggaran akan dibagi untuk dua kebutuhan lain. Sebanyak Rp1,3 triliun (5 persen) dialokasikan untuk kegiatan publik nonfisik, dan Rp3,56 triliun (13 persen) dialokasikan untuk belanja operasional.

Rincian Anggaran per Unit Eselon I
Pagu indikatif tersebut kemudian didelegasikan ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) 2027 berdasarkan unit eselon I di lingkungan Kementerian ESDM. Berikut rinciannya:

  • Ditjen Minyak dan Gas Bumi: Rp11,35 triliun
  • Ditjen Ketenagalistrikan: Rp10,46 triliun
  • Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE): Rp1,8 triliun
  • BPSDM: Rp881,43 miliar
  • Badan Geologi: Rp749,49 miiliar
  • Ditjen Mineral dan Batubara: Rp702 miliar
  • Sekretariat Jenderal: Rp532,75 miliar
  • BPH Migas: Rp474,43 miliar
  • Inspektorat Jenderal: Rp124,46 miliar
  • Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA): Rp105,31 miliar
  • Ditjen Penegakan Hukum: Rp86,38 miliar
  • Dewan Energi Nasional: Rp78,6 miliar

Proyek Infrastruktur Energi Prioritas 2027

Kementerian ESDM juga telah memetakan sejumlah program infrastruktur prioritas yang akan dibiayai oleh anggaran 2027, di mana sebagian besar menggunakan skema kontrak tahun jamak (multiyears contract):

Infrastruktur Gas Bumi:

  • Pembangunan pipa gas bumi Dumai–Sei Mangkei (Dusem) (2025–2027): Rp3,9 triliun.
  • Pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk 959.232 sambungan (2026–2028): Rp5,2 triliun.
  • Pipa transmisi gas Semarang–Solo–Yogyakarta (2026–2028): Rp702,3 miliar.
  • Pipa transmisi gas Cirebon–Bandung (2026–2028): Rp577 miliar.

Ketenagalistrikan dan Listrik Desa:

  • Program Listrik Desa (skema multiyears): Total Rp9,7 triliun. Terbagi untuk 3.054 lokasi (2026–2027) sebesar Rp8,77 triliun, dan 101 lokasi (2027–2028) sebesar Rp977,57 miliar.
  • Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk 250 ribu rumah: Rp520 miliar.
  • Pembangunan 3 unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) (2026–2027): Rp58,58 miliar.

Konversi dan Subsidasi Energi Netral:

Baca Juga: Jubir Kementerian ESDM Bantah Narasi Hoaks yang Samakan Pertamax dengan Solar

  • Program konversi kompor listrik: Rp815 miiliar.
  • Program konversi motor listrik: Rp635 miiliar.
  • Pengadaan 4.000 paket konverter kit untuk petani: Rp158,5 miliar.

Selain proyek di atas, sektor riset dan maritim juga mendapatkan perhatian lewat rencana pembangunan satu unit kapal Geomarin V melalui kontrak tahun jamak dengan anggaran sebesar Rp100,86 miliar. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia angkat bicara terkait hoaks yang mencatut namanya soal kenaikan harga Pertamax dan Sol...

news | 06:00 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran Rp815,56 miliar dalam RAPBN 2027 untuk program kompor listrik demi me...

news | 17:24 WIB

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sukses menggagalkan 11.542 penindakan barang ilegal senilai Rp7,71 triliun hing...

news | 17:21 WIB

Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menyebut koreksi IHSG hingga 40 persen membuat harga saham emiten RI sangat murah da...

news | 17:13 WIB

Kejagung menyerahkan PNBP hasil pemulihan aset sebesar Rp1,029 triliun ke Kemenkeu. Dana jumbo ini berasal dari BPA Fair...

news | 12:01 WIB

PT Pertamina Patra Niaga perketat pengelolaan impurities (zat pengotor) di 6 kilang demi jamin kualitas BBM standar Euro...

news | 12:00 WIB

COO Danantara Dony Oskaria menegaskan komitmen transparansi data investasi sesuai arahan Presiden Prabowo demi menggenjo...

news | 11:30 WIB

KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan pemilik travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur, terkait kasus dugaan korupsi kuota haji y...

news | 10:15 WIB

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengapresiasi langkah BI memperluas penggunaan mata uang lokal (LCT) dan QRIS lintas b...

news | 09:15 WIB

Polda Metro Jaya mengerahkan 585 personel untuk mengamankan kunjungan Presiden Jerman di Jakarta. Cek rute rekayasa lalu...

news | 08:15 WIB