Perjanjian Perdagangan Indonesia, Mendag Budi Santoso, Investasi Asing, Ekspor Amerika Serikat
matamata.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa semakin banyaknya perjanjian perdagangan internasional yang dimiliki Indonesia menjadi daya tarik utama bagi masuknya investasi asing ke dalam negeri.
Menurut Budi, keberadaan perjanjian perdagangan dengan berbagai negara mitra strategis, seperti Amerika Serikat dan kawasan Uni Eropa, membuat posisi Indonesia semakin diperhitungkan oleh investor global yang ingin memperluas akses pasar ekspor mereka.
"Jadi, perjanjian perdagangan kita yang semakin banyak, termasuk dengan Amerika dan nanti dengan Uni Eropa (European Union), ternyata sangat menarik minat investasi," ujar Budi usai menghadiri acara Indonesia-Thailand Business Forum di Jakarta, Selasa (4/8).
Ia menjelaskan, banyak negara yang belum memiliki perjanjian perdagangan bebas secara langsung dengan Amerika Serikat atau Uni Eropa kerap menghadapi hambatan akses pasar. Kondisi ini dimanfaatkan investor dari negara-negara tersebut untuk menanamkan modalnya di Indonesia sebagai pintu gerbang penembusan pasar global.
"Karena banyak negara yang belum mempunyai perjanjian perdagangan dengan Amerika dan Uni Eropa—sehingga akses pasarnya tidak mudah—m akhirnya mereka berinvestasi ke Indonesia untuk bisa menembus pasar Eropa dan Amerika," tambahnya.
Budi memaparkan, pasar Amerika Serikat hingga kini masih menjadi salah satu tujuan ekspor terbesar bagi Indonesia dengan nilai mencapai 18,11 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.
"Artinya, surplus terbesar kita itu masih ke Amerika, nomor dua India, dan pangsa pasar Amerika mencapai 11,1 persen. Ini menunjukkan bahwa kita sangat membutuhkan pasar Amerika," tegasnya.
Ia menegaskan, perjanjian perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia demi menjaga surplus neraca perdagangan.
Di tengah dinamika global dan geopolitik yang terus berubah, Budi tetap optimistis kinerja ekspor nasional akan terus meningkat melalui penerapan strategi perdagangan yang tepat. Guna mendukung langkah tersebut, pemerintah berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian dagang dengan berbagai kawasan potensial lainnya, termasuk Timur Tengah. (Antara)