China Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

China mendukung penuh kesepakatan damai tahap pertama antara AS dan Iran yang berujung pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Simak detail kesepakatannya.

Elara | MataMata.com
Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB
China Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

China Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz

matamata.com - Pemerintah China menyatakan dukungan penuh atas kesepakatan damai yang dicapai Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan ini sekaligus menandai dibukanya kembali lalu lintas perairan vital di Selat Hormuz.

"China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran untuk menandatangani dokumen nota kesepahaman (MoU) tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi yang dilakukan Pakistan," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (15/6/2026).

Sebelumnya pada Minggu (14/6), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung. Trump menyatakan Selat Hormuz kini terbuka setelah blokade Angkatan Laut AS resmi dicabut.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya. "Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat."

Meski demikian, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan maupun mekanisme pelaksanaannya.

Lin Jian menambahkan, pemulihan stabilitas di sekitar Selat Hormuz memenuhi kepentingan bersama komunitas internasional. Pihaknya berharap dokumen tersebut segera ditandatangani sesuai jadwal agar selat tersebut kembali aman untuk lalu lintas bebas.

"Sejak pecahnya konflik, China telah bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan perdamaian. Presiden Xi Jinping juga telah mengajukan empat usulan tentang keamanan dan stabilitas di Timur Tengah," kata Lin Jian. Namun, ia tidak merinci apakah China terlibat langsung dalam negosiasi kali ini.

Sementara itu, Pemerintah Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa penandatanganan kesepakatan dengan AS akan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6).

Dalam siaran langsung televisi nasional Iran, Gharibabadi memastikan kesepakatan damai ini mencakup penghentian operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, yang mulai berlaku sejak Senin malam. Selain itu, Iran menegaskan kembali komitmennya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir.

Di sisi lain, kesepakatan ini mendapat respons negatif dari sekutu dekat AS. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menegaskan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran tersebut sama sekali tidak mengikat bagi Israel. (Antara)

Baca Juga: MK Targetkan Putusan Gugatan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rampung Juli 2026

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB