Juru Bicara Kementerian China Lin Jian (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Matamata.com - Pemerintah China menyatakan dukungan penuh atas kesepakatan damai yang dicapai Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan ini sekaligus menandai dibukanya kembali lalu lintas perairan vital di Selat Hormuz.
"China menyambut baik kesepakatan antara AS dan Iran untuk menandatangani dokumen nota kesepahaman (MoU) tahap pertama. Kami juga mengapresiasi upaya mediasi yang dilakukan Pakistan," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers di Beijing, Senin (15/6/2026).
Sebelumnya pada Minggu (14/6), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung. Trump menyatakan Selat Hormuz kini terbuka setelah blokade Angkatan Laut AS resmi dicabut.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya. "Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat."
Meski demikian, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan maupun mekanisme pelaksanaannya.
Lin Jian menambahkan, pemulihan stabilitas di sekitar Selat Hormuz memenuhi kepentingan bersama komunitas internasional. Pihaknya berharap dokumen tersebut segera ditandatangani sesuai jadwal agar selat tersebut kembali aman untuk lalu lintas bebas.
"Sejak pecahnya konflik, China telah bekerja tanpa lelah untuk mewujudkan perdamaian. Presiden Xi Jinping juga telah mengajukan empat usulan tentang keamanan dan stabilitas di Timur Tengah," kata Lin Jian. Namun, ia tidak merinci apakah China terlibat langsung dalam negosiasi kali ini.
Sementara itu, Pemerintah Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengonfirmasi bahwa penandatanganan kesepakatan dengan AS akan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6).
Dalam siaran langsung televisi nasional Iran, Gharibabadi memastikan kesepakatan damai ini mencakup penghentian operasi militer di semua front, termasuk Lebanon, yang mulai berlaku sejak Senin malam. Selain itu, Iran menegaskan kembali komitmennya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) untuk tidak memproduksi senjata nuklir.
Di sisi lain, kesepakatan ini mendapat respons negatif dari sekutu dekat AS. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menegaskan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran tersebut sama sekali tidak mengikat bagi Israel. (Antara)
Baca Juga: MK Targetkan Putusan Gugatan Anggaran Makan Bergizi Gratis Rampung Juli 2026