BNN Sita Aset TPPU Narkoba Rp165 Miliar, Kepala BNN Suyudi Ario Seto Tegaskan Miskinkan Banda
matamata.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil merampas aset hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kejahatan narkotika senilai lebih dari Rp165 miliar. Perampasan aset yang dilakukan sepanjang periode Oktober 2024 hingga Juli 2026 ini merupakan komitmen BNN untuk melumpuhkan kekuatan finansial para sindikat narkoba.
Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa penyitaan aset ratusan miliar tersebut sejalan dengan keberhasilan BNN mengungkap berbagai kasus peredaran gelap narkotika, termasuk menyita total 12,3 ton barang bukti narkoba di periode yang sama.
"Kami tidak cukup dan tidak puas hanya dengan menangkap. Kami juga punya semangat untuk memiskinkan para bandar," tegas Suyudi dalam acara peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026).
Untuk memutus rantai peredaran secara menyeluruh, BNN terus memperkuat pendekatan intelijen, kerja sama lintas lembaga, hingga pengejaran jaringan lintas negara. Salah satu fokus utama adalah penerapan strategi follow the money (penelusuran aliran dana) guna menghancurkan permodalan sindikat.
Suyudi menegaskan, strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kini dilakukan dengan pendekatan yang komprehensif, tegas, dan tanpa kompromi terhadap bandar. Kendati demikian, BNN tetap mengedepankan sisi humanis bagi para korban penyalahgunaan.
"Inilah semangat yang kami maknai dalam War on Drugs for Humanity, yaitu perang terhadap kejahatan narkotika yang tetap menjunjung tinggi hak asasi. Kita tegas terhadap bandar, namun humanis terhadap korban penyalahguna demi menyelamatkan manusia," tuturnya.
Langkah tegas ini dinilai krusial mengingat Indonesia tengah bersiap menyambut puncak bonus demografi menuju visi Indonesia Emas 2045. Pencapaian visi tersebut membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, unggul, dan produktif.
"Pemerintah telah membangun berbagai fondasi penting untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Narkotika masih menjadi salah satu ancaman serius yang harus kita perangi bersama," tutup Suyudi. (Antara)