DPR Minta Kemenkes dan BNPB Optimalkan Penanganan Dampak Kesehatan Erupsi Anak Krakatau
matamata.com - Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat mendesak pemerintah meningkatkan penanganan dampak kesehatan masyarakat akibat abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Ru'yat menekankan pentingnya perhatian ekstra pada fase pascabencana untuk mengantisipasi potensi gangguan kesehatan secara menyeluruh.
“Abu vulkanik mengandung silika berbahaya dan zat asam yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan, mata, hingga kulit,” kata Ru’yat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V tersebut meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk dalam hal alokasi anggaran dari tahap mitigasi hingga pemulihan. Menurutnya, respons yang cepat dan terkoordinasi merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi bahwa pihak Kemenkes telah mengaktifkan Health Emergency Operating Centre (HEOC). Selain itu, logistik medis seperti nebulizer, konsentrator oksigen, obat tetes mata, hingga salep kulit mulai didistribusikan ke wilayah terdampak.
"Kami juga segera mengeluarkan surat edaran guna memberikan panduan rinci bagi tenaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang terdampak erupsi," ujar Budi. (Antara)