Pemerintah Tambah SPHP Jagung Bulog 150 Ribu Ton, Khusus Peternak Unggas UMKM

Pemerintah menambah 150 ribu ton SPHP jagung dari stok Bulog untuk menjaga stabilitas harga pakan bagi peternak unggas UMKM selama musim paceklik.

Elara | MataMata.com
Selasa, 08 September 2026 | 13:51 WIB
Pemerintah Tambah SPHP Jagung Bulog 150 Ribu Ton, Khusus Peternak Unggas UMKM

Pemerintah Tambah SPHP Jagung Bulog 150 Ribu Ton, Khusus Peternak Unggas UMKM

matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan penambahan alokasi Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung sebanyak 150 ribu ton. Langkah ini diambil untuk melindungi peternak unggas skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari lonjakan harga pakan akibat penurunan produksi nasional di musim kemarau.

Pria yang akrab disapa Zulhas tersebut menegaskan bahwa tambahan cadangan jagung yang dikelola Perum Bulog ini dikhususkan bagi peternak mandiri skala menengah ke bawah, bukan untuk korporasi atau pabrik pakan skala besar.

"Bulog memiliki stok jagung, dan kami minta 150 ribu ton dialokasikan untuk SPHP guna menyuplai peternak UMKM, bukan pabrik besar," ujar Zulhas dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Kebijakan penambahan pasokan ini disepakati dalam Rapat Koordinasi Terbatas di Kemenko Pangan. Pemerintah mengantisipasi dampak musim paceklik akibat kekeringan berkepanjangan yang berpotensi menekan tingkat produksi jagung di tingkat petani.

Menurut Zulhas, penurunan pasokan jagung secara drastis berisiko mengganggu keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan pasar (supply and demand), yang berujung pada lonjakan harga bahan baku pakan.

"Saat musim paceklik, tanaman jagung terimbas kekeringan sehingga produksinya turun drastis. Berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, harga pasti merambat naik. Oleh karena itu, stok Bulog ini kami intervensi lewat SPHP khusus peternak menengah ke bawah," kata Zulhas.

Melalui program penambahan SPHP jagung ini, pemerintah berharap para peternak unggas kecil tetap mendapatkan pakan dengan harga terjangkau, sehingga keberlanjutan usaha mereka selama masa paceklik tetap terjaga. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pemprov DKI Jakarta mengecek langsung penerima bansos di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran di masa transisi...

news | 10:45 WIB

Menhut Raja Juli Antoni meminta petugas tak lengah meski hotspot karhutla di Ketapang turun. Kemenhut juga menyegel laha...

news | 10:15 WIB

Dokter RSUD Kota Tangerang ingatkan bahaya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang bisa picu peradangan paru-paru dan ses...

news | 09:56 WIB

Pemkab Aceh Barat menindaklanjuti temuan BPK RI 2025 dengan mengembalikan dana kerugian negara sebesar Rp917 juta ke kas...

news | 09:15 WIB

Kementerian ESDM memastikan penggunaan bahan bakar B50 aman setelah lolos uji durabilitas mesin tambang 1.000 jam dan ro...

news | 08:15 WIB