HIPMI Siap Jadi Jembatan Investasi dan Kolaborasi Bisnis Indonesia-Jerman

BPP HIPMI siap menjadi jembatan investasi dan transfer teknologi antara pengusaha muda Indonesia dengan Jerman menyusul kunjungan Presiden Frank-Walter Steinmeier.

Elara | MataMata.com
Selasa, 16 Juni 2026 | 10:55 WIB
HIPMI Siap Jadi Jembatan Investasi dan Kolaborasi Bisnis Indonesia-Jerman

HIPMI Siap Jadi Jembatan Investasi dan Kolaborasi Bisnis Indonesia-Jerman

matamata.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menegaskan kesiapannya menjadi jembatan yang menghubungkan dunia usaha nasional dengan Jerman. Langkah ini diambil untuk memperkuat kolaborasi di sektor investasi, teknologi, hingga pengembangan industri berkelanjutan.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Ade Jona Prasetyo, menyebut Jerman sebagai salah satu mitra strategis utama Indonesia di kawasan Eropa.

"Kami melihat banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam bidang investasi, transfer teknologi, energi terbarukan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia," ujar Ade Jona dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Menurut Ade Jona, momentum kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, ke Istana Negara menjadi babak penting. Pertemuan tersebut diyakini membuka peluang kolaborasi yang jauh lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.

Ia menegaskan bahwa pengusaha muda Indonesia memiliki ambisi besar untuk bermitra di kancah internasional demi mendongkrak daya saing nasional sekaligus memperluas akses ke pasar global.

"Hubungan Indonesia dan Jerman memiliki fondasi yang sangat kuat. HIPMI siap mendorong lebih banyak kolaborasi bisnis, inovasi teknologi, hingga program kewirausahaan yang saling menguntungkan," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ade Jona menilai rekam jejak Jerman dalam membangun industri manufaktur modern dan sistem pendidikan vokasi dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia. Ekosistem usaha di dalam negeri dinilai perlu mengadopsi sistem tersebut untuk meningkatkan kualitas SDM.

Di sisi lain, HIPMI juga berharap penguatan hubungan bilateral ini mampu membuka jalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengusaha muda tanah air untuk menembus rantai pasok global (global supply chain) dan pasar Eropa.

"Kami percaya kerja sama ekonomi yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam mempererat hubungan kedua negara. Pengusaha muda Indonesia siap menjadi bagian dari kemitraan strategis ini," pungkas Ade Jona. (Antara)

Baca Juga: Bintangi Film 'Maju: Jejak Pahit si Kembang Gula', Sarah Sechan Merasa Miris soal Peredaran Narkoba

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Transjakarta bersama Dishub DKI merampungkan penataan separator Koridor 9 demi menekan angka kecelakaan dan menjaga k...

news | 14:30 WIB

Komnas Perempuan mendesak Kementerian Keuangan meninjau PPN produk menstruasi. Pajak pembalut dinilai menambah beban eko...

news | 14:00 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim menyebut keberadaan intelijen Israel di negara tetangga dan serangan siber hibrida sebagai pot...

news | 13:45 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengendalikan produksi batu bara nasional lewat RKAB demi kerek harga global dan mendongkr...

news | 12:30 WIB

Partai Gerindra menegaskan tidak mengintervensi kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat tiga anggota DPRD di Jawa Tim...

news | 12:15 WIB