Menko Pangan Targetkan Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026

Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di Indonesia pada 2026, lengkap dengan cold storage dan koperasi di NTT.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 15 Mei 2026 | 14:28 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat berdiskusi dengan anak-anak di Kupang, Jumat (15/5/2026). ANTARA/Kornelis Kaha

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat berdiskusi dengan anak-anak di Kupang, Jumat (15/5/2026). ANTARA/Kornelis Kaha

Matamata.com - Pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan sektor kelautan dengan menargetkan pembangunan 2.000 Kampung Nelayan di seluruh Indonesia pada tahun 2026. Program strategis ini dirancang sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

"Di seluruh Indonesia kita akan bangun 2.000 lokasi kampung nelayan, termasuk di Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat melakukan kunjungan kerja di Kupang, Jumat (15/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Menko Pangan usai mengunjungi Gereja Bethel Indonesia (GBI) NTT, sekaligus menyampaikan ucapan selamat Hari Kenaikan Yesus Kristus bagi umat Kristiani di wilayah tersebut.

Khusus untuk wilayah NTT, Zulkifli menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu usulan data mengenai titik koordinat kampung nelayan yang akan dibangun. Mengingat NTT merupakan provinsi kepulauan, ia meminta pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk bergerak cepat melakukan pendataan.

"Kami berharap pemerintah daerah segera melakukan pendataan agar pembangunan di NTT bisa langsung berjalan tahun ini," tegasnya.

Zulkifli menjelaskan, Kampung Nelayan yang dibangun tidak hanya sekadar pemukiman, melainkan sebuah ekosistem yang terintegrasi. Pemerintah akan melengkapinya dengan sejumlah fasilitas vital seperti pabrik es, cold storage (gudang pendingin), pasar lelang, hingga Koperasi Nelayan Merah Putih.

Keberadaan koperasi ini diproyeksikan sebagai penyerap hasil tangkapan nelayan guna menjaga stabilitas harga di pasar.

"Selama ini, kalau nelayan habis melaut dan dapat ikan banyak, sering kali ditawar dengan harga sangat murah. Kalau tidak dijual, ikannya busuk. Karena itu, melalui kampung nelayan ini, ikan yang tidak terjual habis akan langsung dibeli oleh Koperasi Nelayan Merah Putih," kata Menko Pangan.

Selain itu, koperasi di desa-desa NTT ke depannya akan diperkuat dengan bantuan modal simpan pinjam serta armada operasional, seperti truk pengangkut dan mobil pick up yang dilengkapi pendingin.

Zulkifli menambahkan bahwa seluruh program ini merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada program pro-rakyat. "Semua program yang dibangun saat ini ditujukan langsung untuk kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Antara)

Baca Juga: Penebusan Pupuk Subsidi Naik 36 Persen, Pupuk Indonesia Genjot Optimalisasi Distribusi

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Penebusan pupuk subsidi melonjak 36% menjadi 3,4 juta ton per Mei 2026. PT Pupuk Indonesia (Persero) siapkan strategi di...

news | 14:20 WIB

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni sebut penyelamatan uang negara Rp10,27 triliun oleh Kejagung di era Prabowo jad...

news | 14:14 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Simental seberat 1,05 ton dari peternak di Bantul, DIY seharga Rp110...

news | 14:03 WIB

Wamendag Dyah Roro Esti memperkuat kerja sama ekonomi RI-Rusia di Kazan. Nilai perdagangan naik 21,7%, targetkan ratifik...

news | 08:08 WIB

Presiden AS Donald Trump memaparkan sejarah panjang hubungan AS-China, mulai dari pengaruh Konfusius hingga kerja sama e...

news | 07:15 WIB

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono meresmikan pabrik pengolahan ikan PT BIG di Bintan. Tegaskan komitmen stop kapal luar ...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menyelamatkan ribuan triliun kekayaan negara yang dicuri demi sur...

news | 18:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dana penyelamatan negara Rp10,27 triliun akan dialokasikan langsung untuk merenovas...

news | 18:18 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook yang diduga merugikan neg...

news | 18:15 WIB

WWF Indonesia bersama influencer ajak pemerintah, swasta, dan masyarakat kolaborasi promosikan pangan lokal guna kikis s...

news | 18:12 WIB