Prabowo: Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara yang Harus Diselamatkan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menyelamatkan ribuan triliun kekayaan negara yang dicuri demi survival 287 juta rakyat Indonesia.

Elara | MataMata.com
Rabu, 13 Mei 2026 | 18:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan masih ada ratusan hingga ribuan triliun rupiah kekayaan negara yang harus diselamatkan dari praktik pencurian dan perampasan. Pemerintah berkomitmen penuh mengamankan aset tersebut demi kesejahteraan rakyat.

"Pada hari ini baru sekelumit kekayaan yang berhasil kita selamatkan. Perjuangan masih susah, masih ratusan triliun, masih ribuan triliun yang harus kita selamatkan," ujar Prabowo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam acara penyerahan hasil penertiban berupa denda administrasi dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp10,27 triliun.

Menurut Prabowo, penguasaan negara atas bumi, air, dan seluruh kekayaan alam merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Upaya penyelamatan ini krusial agar rakyat Indonesia tidak terus hidup dalam kemiskinan akibat kekayaan alam yang mengalir ke luar negeri.

Ia menyayangkan komoditas utama Indonesia seperti kelapa sawit, batu bara, timah, hingga emas yang diekspor, namun hasil penjualannya tidak diparkir di dalam negeri.

"Tidak mungkin (rakyat) hidup baik, hidup sejahtera kalau kekayaannya diambil tiap hari, tiap minggu, tiap bulan. Penjualan timah, penjualan emas, penjualan itu datanya ada, faktanya ada," tegas Kepala Negara.

Prabowo menyadari langkah tegas ini pasti memicu resistensi, termasuk terhadap Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Satgas ini dinilai tidak disukai oleh pihak-pihak yang selama ini meraup keuntungan ilegal dari kekayaan negara.

Meski menghadapi berbagai risiko, Presiden memastikan pemerintah tidak akan mundur untuk menghentikan praktik lancung tersebut.

"Rakyat Indonesia menyaksikan tiap hari kekayaan Indonesia dicuri, diambil, ini harus berhenti. Dan kita akan berjuang keras untuk hentikan itu dengan segala risiko," ucapnya.

Presiden menambahkan, penertiban dan penyelamatan yang dilakukan saat ini barulah sebagian kecil dari potensi riil yang ada. Ditanya mengenai optimisme pemerintah, Prabowo menjawab dengan lugas.

Baca Juga: Prabowo Targetkan Dana Penyelamatan Negara Rp10 Triliun untuk Perbaikan Puskesmas dan Sekolah

"Jawabannya adalah bukan apakah bisa, jawabannya adalah harus bisa. Ini bukan masalah kita cari popularitas, tidak. Ini adalah masalah survival 287 juta rakyat Indonesia," pungkas Prabowo. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dana penyelamatan negara Rp10,27 triliun akan dialokasikan langsung untuk merenovas...

news | 18:18 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook yang diduga merugikan neg...

news | 18:15 WIB

WWF Indonesia bersama influencer ajak pemerintah, swasta, dan masyarakat kolaborasi promosikan pangan lokal guna kikis s...

news | 18:12 WIB

Menko Pangan Zulkifli Hasan meminta Badan Gizi Nasional (BGN) memperbanyak menu telur di program Makan Bergizi Gratis un...

news | 12:05 WIB

Komisi VII DPR RI meminta LPP TVRI menjaga kualitas siaran Piala Dunia 2026 demi marwah lembaga setelah absen selama 30 ...

news | 12:00 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi Chromebook Rp2,18 triliun hari ini....

news | 09:45 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan 71 persen SPPG di Sulawesi Selatan telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi ...

news | 09:00 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka menerima pengurus Pemuda Masjid Dunia di Istana. Indonesia bersiap jadi tuan rumah MTQ Ant...

news | 07:15 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka dan Menhub Dudy Purwagandhi meninjau proyek MRT Jakarta Fase 2A. Target rute HI-Monas bero...

news | 06:00 WIB

Festival Raksha Loka merupakan selebrasi sekaligus ruang amplifikasi atas keberhasilan inisiatif pemulihan ekosistem ber...

news | 15:21 WIB