Mendes Yandri Bakal Digitalisasi Program Jaga Desa untuk Cegah Penyelewengan

Mendes PDT Yandri Susanto bakal memutakhirkan program Jaga Desa ke sistem digital. Langkah ini diambil untuk mendongkrak ekonomi sekaligus mencegah dana desa diselewengkan untuk judi hingga nikah lagi.

Elara | MataMata.com
Kamis, 25 Juni 2026 | 18:24 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dalam wawancara bersama ANTARA di Jakarta, Kamis. (25/6/2026). ANTARA/Mecca Yumna

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto dalam wawancara bersama ANTARA di Jakarta, Kamis. (25/6/2026). ANTARA/Mecca Yumna

Matamata.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menyatakan komitmennya untuk memutakhirkan "Jaga Desa". Program kolaborasi antara Kemendes PDT dan Kejaksaan Agung ini akan diarahkan ke sistem digital demi memaksimalkan potensi ekonomi desa sekaligus memperketat pengawasan dana desa.

Yandri menjelaskan bahwa program Jaga Desa awalnya lahir sebagai upaya kolaboratif untuk mengawasi sekitar 75 ribu desa di Indonesia. Melalui pemutakhiran digital, program ini diharapkan tidak hanya mengawasi, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi lokal.

"Apalagi di Kementerian Desa kan ada 12 aksi bangun desa, ada desa ekspor, ada desa wisata. Mungkin juga dengan sistem digital ini bisa membantu untuk pemasarannya, atau untuk pelaporan keuangan BUMDes-nya. Itu saya kira sangat bagus," ujar Yandri dalam wawancara bersama ANTARA di Jakarta, Kamis (25/6/2025).

Yandri menekankan, program Jaga Desa mengutamakan aspek pendampingan dari para jaksa, bukan penindakan hukum. Langkah preventif ini krusial lantaran banyak kepala desa yang terpilih karena faktor ketokohan, bukan karena latar belakang keilmuan atau keahlian administrasi keuangan.

"Artinya ketokohannya itu belum tentu diimbangi dengan kemampuan dari sisi administrasi, termasuk keuangan," katanya.

Oleh karena itu, hadirnya Jaga Desa berfungsi mengatasi keterbatasan tersebut dan memastikan para kepala desa mampu mengelola anggaran sesuai standar keuangan negara.

Selain masalah kompetensi administrasi, digitalisasi program ini juga bertujuan menutup celah penyalahgunaan dana desa. Yandri tidak menampik adanya temuan di lapangan terkait oknum kepala desa yang menyelewengkan uang negara untuk kepentingan pribadi.

"Ada oknum yang menggunakan uang tersebut untuk judi, menikah lagi, atau keperluan pribadi lainnya," ungkap Yandri.

Di sisi lain, ia juga menyoroti adanya tantangan eksternal berupa praktik pemerasan dana desa oleh sejumlah oknum Aparat Penegak Hukum (APH). Lewat transparansi digital, ruang gerak oknum nakal tersebut dipastikan akan mempersempit.

"Melalui digitalisasi ini, saya kira menjadi alat yang jitu buat kepala desa maupun APH untuk saling melengkapi dan memastikan dana desa itu bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Baca Juga: JPU Tak Dapat Hadirkan 14 Saksi di PN Jakbar, Terdakwa Reinhart Muljadi dan Tim Kuasa Hukum Kecewa

Mendes PDT pun meminta seluruh kepala desa untuk memaksimalkan penggunaan aplikasi Jaga Desa agar roda pemerintahan di tingkat desa dapat berjalan dengan aman dan nyaman. Kendati demikian, Kemendes tetap terbuka menerima masukan dari para kepala desa demi menyempurnakan sistem ini ke depan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pakar nuklir AS Dr. Kelle Barfield sebut Indonesia tak mulai dari nol dalam pengembangan energi nuklir sipil. AS siap bo...

news | 18:31 WIB

Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menargetkan penerbangan Indonesia mulai m...

news | 18:27 WIB

Istri mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas, Eny Retno Yaqut, mengapresiasi langkah KPK yang mengabulkan pembantaran penahana...

news | 12:54 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan DPR bergerak cepat mencari solusi kenaikan harga gas industri non-HGBT guna menyelamat...

news | 12:50 WIB

Tiga mantan pejabat Bea Cukai, termasuk eks Direktur P2 Rizal, segera disidang pada 3 Juli 2026 terkait kasus suap impor...

news | 11:30 WIB

Menaker Yassierli menegaskan hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan harus naik kelas ke tahap transformatif d...

news | 09:15 WIB

Menhut Raja Juli Antoni menegaskan Indonesia siap memasuki fase baru pasar karbon global melalui peluncuran SRUK dan pen...

news | 08:15 WIB

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, mendoakan sekaligus mendukung Timnas Indonesia agar bisa ...

news | 07:15 WIB

Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan memuji capaian sertifikasi tanah DKI Jakarta yang tembus 98,6 persen dan meminta daerah...

news | 06:00 WIB

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menyarankan Badan Gizi Nasional (BGN) jalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) seca...

news | 16:20 WIB