Wamenkeu Pastikan Fiskal RI Aman, Defisit APBN Mei 2026 Hanya 0,7 Persen

Wamenkeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal RI per Mei 2026 aman dan terjaga dengan defisit APBN terkendali di angka 0,7 persen terhadap PDB.

Elara | MataMata.com
Senin, 29 Juni 2026 | 14:35 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan keterangan pers dalam konferensi pers Pimpinan DPR RI dengan Pemerintah terkait penguatan fiskal dan moneter di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026) (ANTARA/A Muzdaffar Fauzan)

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan keterangan pers dalam konferensi pers Pimpinan DPR RI dengan Pemerintah terkait penguatan fiskal dan moneter di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (29/6/2026) (ANTARA/A Muzdaffar Fauzan)

Matamata.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, memastikan kondisi fiskal Indonesia hingga saat ini masih terjaga dengan baik. Kinerja positif ini tercermin dari sejumlah indikator Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Mei 2026.

"Tadi dibahas bahwa kondisi fiskal itu masih sangat terjaga dengan baik," ujar Juda Agung dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Juda memaparkan, indikator utama kesehatan fiskal terlihat dari angka defisit anggaran yang masih sangat terkendali. Hingga Mei 2026, defisit APBN tercatat sebesar 0,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kami perkirakan sampai dengan akhir tahun defisit juga masih di bawah 3 persen, jadi masih sangat terjaga. Pajak juga tumbuh dengan baik sebesar 19,1 persen, dan dari sisi belanja juga masih di atas 30 persen," terang Juda.

Berdasarkan laporan APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi Juni 2026, realisasi defisit tersebut setara dengan Rp180,4 triliun.

Secara keseluruhan, pendapatan negara telah terhimpun sebesar Rp1.185 triliun, atau setara dengan 37,6 persen dari target APBN senilai Rp3.153,6 triliun. Realisasi pendapatan ini tumbuh sebesar 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Akselerasi pendapatan negara ini ditopang kuat oleh sektor perpajakan yang mencapai Rp958,2 triliun. Secara spesifik, penerimaan pajak murni menyumbang Rp834,4 triliun atau tumbuh positif sebesar 22,1 persen (yoy).

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh moderat 0,7 persen (yoy) dengan nilai Rp123,8 triliun. Di sisi lain, komponen Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berhasil terhimpun sebesar Rp226,4 triliun, alias tumbuh 19,9 persen (yoy).

Dari sisi belanja negara, realisasi per Mei 2026 telah mencapai Rp1.365,4 triliun. Angka ini setara dengan 35,5 persen dari target pagu APBN sebesar Rp3.842,7 triliun, atau tumbuh pesat 34,4 persen (yoy).

Pertumbuhan belanja yang masif ini didorong oleh belanja pemerintah pusat yang melonjak 52,6 persen (yoy) hingga mencapai Rp1.059,3 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari penyaluran belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp517,7 triliun (tumbuh 58,9 persen yoy) dan belanja non-K/L sebesar Rp541,6 triliun (tumbuh 47 persen yoy).

Baca Juga: Bahlil Pangkas Harga LNG Industri Jadi 13 USD demi Cegah PHK

Meski demikian, penyaluran transfer ke daerah (TKD) tercatat masih terkoreksi sebesar 4,9 persen (yoy) dengan realisasi senilai Rp306,1 triliun.

Kendati ada koreksi pada sektor transfer daerah, keseimbangan primer Indonesia terpantau masih mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun. Angka surplus ini mengindikasikan bahwa kondisi fiskal nasional masih sangat memadai dan sehat dalam mengelola pendapatan, belanja, serta kewajiban utang negara. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi menurunkan harga LNG industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU demi menjaga daya saing ...

news | 14:28 WIB

Roy Suryo membeberkan dugaan pelanggaran privasi dan prosedur oleh penyidik Polda Metro Jaya saat penangkapan dirinya, d...

news | 12:33 WIB

Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus menyerap gabah dan beras petani sepanjang tahun 2026. Hingga Juni, serapa...

news | 09:30 WIB

Wamentan Sudaryono tegaskan komitmen pemerintah di bawah Presiden Prabowo untuk menghentikan impor beras, jagung, dan gu...

news | 08:15 WIB

Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan aturan potongan komisi ojol maksimal 8 persen yang berlaku 1 Juli 2026 baru difokuska...

news | 07:00 WIB

Menteri PPPA Arifah Fauzi meminta masyarakat setop membagikan foto dan menghakimi YTR, korban penganiayaan di Bandung. F...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pangkas jumlah BUMN dari 1.000 menjadi 250 perusahaan demi efisiensi anggaran dan ...

news | 13:48 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman mengumpulkan rektor se-Indonesia Timur untuk perkuat riset dan pendanaan inovasi pertanian de...

news | 13:40 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan ingin rutin bertemu rektor dan profesor sebulan sekali untuk menyerap masukan sains...

news | 13:32 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif impor 100 persen bagi negara Eropa yang nekat menerapkan pajak...

news | 13:03 WIB