Trump Sebut Iran Mulai Melunak di Tengah Operasi Militer 'Project Freedom'

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran mulai terbuka untuk berunding di tengah operasi 'Project Freedom' di Selat Hormuz. AS kerahkan 15.000 personel.

Elara | MataMata.com
Selasa, 05 Mei 2026 | 11:15 WIB
Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa.

Sejumlah demonstran membawa plakat yang berisi seruan mengakhiri perang saat ikut berunjuk rasa Hari Buruh di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Jumat (1/5/2026). ANTARA/Xinhua/Qiu Chen/aa.

Matamata.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Iran mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka untuk bernegosiasi. Pernyataan ini muncul di tengah pengetatan blokade Angkatan Laut AS di kawasan strategis Selat Hormuz.

Meski menyebut adanya peluang dialog, Trump tetap melontarkan peringatan keras kepada Teheran. Ia menegaskan akan ada konsekuensi fatal jika Iran mencoba menargetkan kapal-kapal AS yang berada di sekitar selat tersebut.

"Persiapan Amerika sedang berlangsung, semuanya sudah siap, kita bisa menggunakan semuanya!" tegas Trump dalam wawancara bersama Fox News, Senin (4/5/2026).

Sebelumnya pada Minggu malam, Trump resmi mengumumkan peluncuran Project Freedom. Operasi militer ini dirancang untuk mengevakuasi dan membantu kapal-kapal yang terjebak di tengah zona konflik Selat Hormuz.

Di sisi lain, tensi di lapangan dilaporkan memanas. Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa militer Teheran berhasil menggagalkan upaya kapal perang AS memasuki Selat Hormuz dengan melepaskan dua tembakan rudal.

Namun, klaim serangan tersebut segera dibantah oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Pihak AS menegaskan bahwa operasi tetap berjalan sesuai rencana sejak Senin pagi waktu Timur Tengah.

Untuk mendukung Project Freedom, CENTCOM telah mengerahkan kekuatan militer besar-besaran. Kekuatan tersebut mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat tempur, sistem nirawak multi-domain, serta sedikitnya 15.000 personel militer yang disiagakan di kawasan tersebut. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PLN segera memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang meresahka...

news | 17:12 WIB

Mendag Budi Santoso siapkan strategi jaga harga Minyakita tetap Rp15.700/liter dengan menggenjot distribusi BUMN Pangan ...

news | 15:37 WIB

Wamendagri Bima Arya menegaskan Gerakan Indonesia ASRI di Jayapura adalah arahan langsung Presiden Prabowo yang wajib di...

news | 14:08 WIB

Kementan pamerkan teknologi bioreaktor pengubah CPO menjadi bahan bakar nabati B100 di PENAS XVII Gorontalo sebagai lang...

news | 12:57 WIB

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie datangi Beijing untuk jawab langsung surat keluhan investor China kepada Presiden Prabow...

news | 12:26 WIB

PLN memastikan pasokan batu bara kalori menengah ke berbagai PLTU di Jawa berjalan lancar demi memulihkan sistem kelistr...

news | 11:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah membebaskan biaya BPHTB dan PBG guna menggenjot pembangunan perumahan subs...

news | 10:45 WIB

Pakar Hubungan Luar Negeri BPIP Darmansjah Djumala menilai agresi militer Israel ke Lebanon menjadi ganjalan serius bagi...

news | 09:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjenguk ulama kharismatik NTB Tuan Guru Bagu di RSPPN Soedirman Jakarta. Gubernur NTB sebut...

news | 08:15 WIB

Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal siap hadiri Musyawarah SP Antara untuk bahas disrupsi digital dan gelombang PHK pek...

news | 07:15 WIB