Empat siswa Sekolah Rakyat SRMP 21 Manado berswafoto bersama usai meraih medali dalam Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, 1-3 Mei 2026. ANTARA/HO-Humas Kemensos
Matamata.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan apresiasi tinggi kepada sejumlah pelajar Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, Sulawesi Utara, yang berhasil menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Para siswa tersebut sukses memboyong berbagai medali pada Kejuaraan Wushu Piala Wali Kota Surabaya 2026.
Gus Ipul—sapaan akrab Mensos—menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan indikator keberhasilan program Sekolah Rakyat dalam mengembangkan potensi siswa. Tidak hanya dari sisi keterampilan fisik, tetapi juga membangun kepercayaan diri untuk berkompetisi di level nasional.
"Apresiasi terhadap capaian tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi generasi muda melalui aktivitas yang positif, produktif, dan kompetitif," ujar Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Dalam ajang bergengsi tersebut, Muhamad Kian Saputra Ali tampil menonjol dengan menyabet Juara 1 (medali emas) pada kategori Wubuquan, serta Juara 3 (medali perunggu) pada kategori Jurus Tradisional.
Kian mengaku kunci kesuksesannya adalah kedisiplinan dalam berlatih. “Saya sangat bersyukur. Ini semua berkat latihan yang konsisten, dukungan pelatih, serta doa dari keluarga dan sekolah,” ungkap Kian.
Prestasi SRMP 21 Manado tidak berhenti di situ. Tiga pelajar lainnya, yakni Marvel Daniel Bunga, Marsalina Lidya Kaseger, dan Kerenhapukh Sasambi, juga sukses membawa pulang medali perak pada kategori Wubuquan.
Kepala Sekolah SRMP 21 Manado, Fenny Meivi Sarah Kilikily, menegaskan bahwa prestasi ini adalah buah dari proses pembinaan karakter yang menekankan disiplin dan ketekunan. Ia berkomitmen terus mendukung bakat siswa Sekolah Rakyat yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera (Desil 1-2 DTSEN).
"Capaian ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberikan ruang luas bagi pengembangan minat dan bakat olahraga. Kami berharap ini memotivasi siswa lain untuk berprestasi," tutur Fenny. (Antara)