Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi

Polda Metro Jaya periksa saksi dari Ditjen Perkeretaapian dan Dinas PU terkait kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. Simak update terbarunya.

Elara | MataMata.com
Senin, 04 Mei 2026 | 10:50 WIB
Petugas mengamati gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr

Petugas mengamati gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/agr

Matamata.com - Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kecelakaan maut yang terjadi di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Hari ini, Senin (4/5/2026), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tambahan dari berbagai instansi terkait untuk melengkapi berkas penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa saksi-saksi yang dipanggil berasal dari pihak manajemen Taksi Green, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Tata Ruang, hingga Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

"Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung di Polda Metro Jaya mulai pukul 10.00 WIB," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5).

Selain pemeriksaan di Mapolda, penyidik juga menyambangi kantor KAI Daop 1 Manggarai untuk memintai keterangan saksi tambahan dari pihak operator kereta api pada waktu yang bersamaan.

Hingga saat ini, total 31 saksi telah diperiksa oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Mereka terdiri dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, saksi mata di lokasi, korban, hingga petugas operasional PT KAI.

Budi menjelaskan bahwa kasus ini telah masuk ke tahap penyidikan. Sejauh ini, polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, mendalami rekaman CCTV, serta meminta hasil visum korban dari rumah sakit.

"Kami meminta keterangan dari instansi teknis seperti Dinas PU dan Ditjen Perkeretaapian guna mendapatkan gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," tambah Budi.

Tragedi berdarah pada Senin (27/4) malam lalu tersebut merenggut 16 nyawa dan menyebabkan puluhan orang luka-luka. Insiden bermula saat satu unit Taksi Green SM mengalami gangguan kelistrikan dan mogok di tengah perlintasan sebidang, yang kemudian dihantam oleh KRL.

Kecelakaan pertama tersebut membuat satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat. Nahas, saat dalam posisi berhenti, rangkaian KRL tersebut ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Benturan keras ini mengakibatkan gerbong khusus wanita ringsek parah dan memicu jatuhnya belasan korban jiwa. (Antara)

Baca Juga: Menhan RI dan Jepang Tandatangani Kontrak Kerja Sama Pertahanan di Jakarta

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Jepang Shinjiro Koizumi gelar pertemuan di Jakarta untuk penandatan...

news | 10:43 WIB

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut program BSPS 2026 yang menyasar 33.000 unit rumah menjadi kunci penurun...

news | 09:49 WIB

Dua mantan bos Pertamina, Hari Karyuliarto dan Yenni Andayani, hadapi sidang vonis kasus korupsi LNG hari ini. Kerugian ...

news | 09:46 WIB

PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat 99.109 kendaraan melintasi GT Cikatama menuju arah Timur selama libur panjang Hari B...

news | 07:04 WIB

BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Senin 4 Mei 2026, akan diguyur hujan ringan hingga sedang dari pagi hingga so...

news | 06:00 WIB

Gubernur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur 2026 surplus besar. Stok sapi mencapai 629....

news | 19:03 WIB

BPI Danantara mengevaluasi peluang investasi di sektor strategis guna memberikan dampak ekonomi bagi rakyat, termasuk re...

news | 19:01 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan minyak mentah Rusia segera masuk Indonesia. Komitmen 150 juta barel ini bertuju...

news | 18:57 WIB

Pakar pendidikan Prof. Susanto menilai Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda penting untuk mewujudkan pemerataan kualitas pe...

news | 11:24 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut Deep Learning sebagai program prioritas untuk mencapai cita-cita pendidikan nasional d...

news | 07:30 WIB