Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi

Polda Metro Jaya periksa saksi dari Ditjen Perkeretaapian dan Dinas PU terkait kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 16 orang. Simak update terbarunya.

Elara | MataMata.com
Senin, 04 Mei 2026 | 10:50 WIB
Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi

Polda Metro Jaya Periksa Instansi Terkait dan Ditjen Perkeretaapian Soal Kecelakaan di Bekasi

matamata.com - Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kecelakaan maut yang terjadi di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Hari ini, Senin (4/5/2026), penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tambahan dari berbagai instansi terkait untuk melengkapi berkas penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa saksi-saksi yang dipanggil berasal dari pihak manajemen Taksi Green, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Tata Ruang, hingga Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

"Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung di Polda Metro Jaya mulai pukul 10.00 WIB," ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5).

Selain pemeriksaan di Mapolda, penyidik juga menyambangi kantor KAI Daop 1 Manggarai untuk memintai keterangan saksi tambahan dari pihak operator kereta api pada waktu yang bersamaan.

Hingga saat ini, total 31 saksi telah diperiksa oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Mereka terdiri dari pelapor, pengemudi taksi, penjaga palang pintu, saksi mata di lokasi, korban, hingga petugas operasional PT KAI.

Budi menjelaskan bahwa kasus ini telah masuk ke tahap penyidikan. Sejauh ini, polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, mendalami rekaman CCTV, serta meminta hasil visum korban dari rumah sakit.

"Kami meminta keterangan dari instansi teknis seperti Dinas PU dan Ditjen Perkeretaapian guna mendapatkan gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," tambah Budi.

Tragedi berdarah pada Senin (27/4) malam lalu tersebut merenggut 16 nyawa dan menyebabkan puluhan orang luka-luka. Insiden bermula saat satu unit Taksi Green SM mengalami gangguan kelistrikan dan mogok di tengah perlintasan sebidang, yang kemudian dihantam oleh KRL.

Kecelakaan pertama tersebut membuat satu rangkaian KRL tujuan Cikarang berhenti darurat. Nahas, saat dalam posisi berhenti, rangkaian KRL tersebut ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Benturan keras ini mengakibatkan gerbong khusus wanita ringsek parah dan memicu jatuhnya belasan korban jiwa. (Antara)

Baca Juga: Menhan RI dan Jepang Tandatangani Kontrak Kerja Sama Pertahanan di Jakarta

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara terkait kasus OTT KPK atas suap HGB PT Summarecon Agung Tbk. Tegaskan sikap koop...

news | 13:36 WIB

Kemenkeu mencatat realisasi anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) capai Rp134,2 triliun per Agustus 2026. BGN alihkan sasa...

news | 14:15 WIB

Kemenkeu mencatat penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.409 triliun atau tumbuh 24,1%. Simak rincian PPN, PP...

news | 13:45 WIB

Pakar THT-KL FKUI memperingatkan bahaya sound horeg di atas 110 dB yang memicu tekanan darah tinggi, gangguan jantung, h...

news | 13:30 WIB

Wamenkeu Suahasil Nazara menjamin hak restitusi pajak pelaku usaha tetap dicairkan sesuai ketentuan, meski DJP melakukan...

news | 13:08 WIB