Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kekayaan budaya Indonesia, seperti lukisan purba di Pulau Muna, adalah potensi ekonomi besar melalui wisata budaya dan industri kreatif.

Elara | MataMata.com
Kamis, 30 April 2026 | 11:57 WIB
Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif

Fadli Zon: Kekayaan Budaya Indonesia Potensi Besar Penggerak Ekonomi Kreatif

matamata.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kekayaan budaya Indonesia yang melimpah memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak sektor pariwisata berbasis budaya. Kekayaan ini dinilai mampu memperkuat ekonomi nasional melalui pengembangan industri kreatif.

Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4), Fadli memaparkan bahwa potensi tersebut terbentang dari peninggalan prasejarah hingga warisan hidup yang masih terjaga. Salah satu aset unggulannya adalah lukisan purba tertua di dunia berusia 67.800 tahun yang ditemukan di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.

"Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa dengan tingkat keberagaman tinggi. Saat ini tercatat ada 2.723 warisan budaya takbenda secara nasional, dan 16 di antaranya telah mendapat pengakuan UNESCO," ujar Fadli Zon saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) I Perkumpulan Peduli Wisata Budaya Indonesia (PEWIBI).

Belajar dari Prancis Fadli memberikan komparasi mengenai besarnya nilai ekonomi dari pengelolaan situs budaya yang profesional. Ia mencontohkan Istana Versailles di Prancis yang mampu meraup pendapatan fantastis.

"Wisata budaya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Contohnya pengelolaan Istana Versailles yang mampu menghasilkan sekitar Rp30 miliar per hari hanya dari tiket, belum termasuk merchandise. Ini membuktikan kebudayaan bisa menjadi bagian dari penguatan ekonomi melalui cultural economy," ungkapnya.

Kolaborasi Lintas Sektor Meski memiliki potensi besar, Fadli menekankan bahwa pembangunan ekosistem kebudayaan tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Ia mendorong adanya kemitraan publik-swasta (public-private partnership) untuk merevitalisasi berbagai situs budaya di tanah air.

Ia berharap situs-situs budaya tidak lagi menjadi monumen statis yang sekadar dipandang, melainkan bertransformasi menjadi living heritage yang relevan dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

"Ekosistem budaya yang sehat butuh kolaborasi lintas sektor; pemerintah, swasta, filantropis, akademisi, hingga media. Kerja sama dengan pengusaha wisata budaya akan menciptakan simbiosis mutualisme," tegas Menbud.

Dalam acara tersebut, PEWIBI juga menganugerahkan penghargaan Tokoh Kebudayaan 2026 kepada Fadli Zon sebagai apresiasi atas dedikasi dan konsistensinya dalam memperjuangkan kemajuan bidang kebudayaan di Indonesia. (Antara)

Baca Juga: Kemenekraf Dorong Seni Ukir Jepara Tembus Pasar Global melalui Hilirisasi

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB