Macron Tegaskan Prancis Tak Ikut Operasi Militer AS di Selat Hormuz

Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas menolak bergabung dalam operasi militer AS 'Project Freedom' di Selat Hormuz dan menyerukan diplomasi Iran-AS.

Elara | MataMata.com
Selasa, 05 Mei 2026 | 06:00 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Xinhua/Gao Jing/am.

Presiden Prancis Emmanuel Macron. ANTARA/Xinhua/Gao Jing/am.

Matamata.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan negaranya tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) yang bertujuan membebaskan kapal-kapal di Selat Hormuz. Sikap ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan militer di jalur pelayaran vital tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Macron di sela-sela KTT Komunitas Politik Eropa di Yerevan, Armenia, Senin (4/5). Macron menyebut Prancis memilih untuk tetap berada di luar koridor militer yang diinisiasi oleh Washington.

“Kami tidak akan ikut serta dalam operasi bersenjata yang menurut saya belum memiliki kejelasan,” ujar Macron kepada wartawan.

Sehari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan peluncuran "Project Freedom". Berdasarkan informasi Komando Pusat AS (CENTCOM), operasi berskala besar ini mengerahkan kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat tempur, platform nirawak multi-domain, serta 15.000 personel yang telah memulai pergerakan pada Senin pagi.

Meski menolak kekuatan senjata, Macron tetap mendesak agar akses Selat Hormuz segera dibuka kembali. Namun, ia menekankan bahwa solusi tersebut hanya bisa dicapai melalui kesepakatan politik antara Iran dan Amerika Serikat.

Menurut Macron, hanya posisi terkoordinasi antara Teheran dan Washington yang mampu menjamin kelangsungan arus pelayaran secara berkelanjutan.

Situasi di kawasan tersebut terus memanas sejak 28 Februari lalu, dipicu serangan AS dan Israel terhadap sejumlah target di Iran. Meski sempat ada gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April, upaya damai mulai menemui jalan buntu.

Perundingan lanjutan di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. Kondisi semakin diperparah dengan langkah AS yang mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Saat ini, sejumlah mediator internasional masih berupaya keras menyusun jadwal putaran baru pembicaraan untuk meredam potensi konflik yang lebih luas. (Antara)

Baca Juga: Sukses Bintangi Iklan di Televisi, Aoi Yanagisawa Rambah ke Dunia Layar Lebar

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ketua DPR RI Puan Maharani mendesak PLN segera memitigasi dampak pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa yang meresahka...

news | 17:12 WIB

Mendag Budi Santoso siapkan strategi jaga harga Minyakita tetap Rp15.700/liter dengan menggenjot distribusi BUMN Pangan ...

news | 15:37 WIB

Wamendagri Bima Arya menegaskan Gerakan Indonesia ASRI di Jayapura adalah arahan langsung Presiden Prabowo yang wajib di...

news | 14:08 WIB

Kementan pamerkan teknologi bioreaktor pengubah CPO menjadi bahan bakar nabati B100 di PENAS XVII Gorontalo sebagai lang...

news | 12:57 WIB

Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie datangi Beijing untuk jawab langsung surat keluhan investor China kepada Presiden Prabow...

news | 12:26 WIB

PLN memastikan pasokan batu bara kalori menengah ke berbagai PLTU di Jawa berjalan lancar demi memulihkan sistem kelistr...

news | 11:15 WIB

Mendagri Tito Karnavian meminta kepala daerah membebaskan biaya BPHTB dan PBG guna menggenjot pembangunan perumahan subs...

news | 10:45 WIB

Pakar Hubungan Luar Negeri BPIP Darmansjah Djumala menilai agresi militer Israel ke Lebanon menjadi ganjalan serius bagi...

news | 09:30 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjenguk ulama kharismatik NTB Tuan Guru Bagu di RSPPN Soedirman Jakarta. Gubernur NTB sebut...

news | 08:15 WIB

Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal siap hadiri Musyawarah SP Antara untuk bahas disrupsi digital dan gelombang PHK pek...

news | 07:15 WIB