Prabowo Beri Arahan Strategis ke Dudung Abdurachman, Bahas Pertahanan dan Geopolitik Global

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada Penasihat Khusus Pertahanan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman terkait geopolitik global.

Elara | MataMata.com
Rabu, 22 April 2026 | 12:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) menerima Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto (kanan) menerima Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

Matamata.com - Presiden Prabowo Subianto menerima Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026). Pertemuan tersebut membahas kondisi terkini pertahanan keamanan serta dinamika geopolitik global yang kian dinamis.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Dudung melaporkan berbagai perkembangan krusial di sektor pertahanan.

"Presiden Prabowo menerima laporan terkait dinamika geopolitik serta perkembangan di bidang pertahanan dan keamanan," ujar Teddy dalam keterangan resminya, Rabu (22/4/2026).

Selain menerima laporan, Presiden Prabowo memberikan arahan strategis mengenai langkah-langkah penguatan sistem pertahanan nasional. Arahan ini bertujuan untuk memastikan keamanan bangsa tetap terjaga di tengah tantangan internasional yang terus berkembang.

"Presiden memberikan arahan strategis untuk langkah geostrategi ke depan," lanjut Teddy.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah bersikap adaptif dalam menghadapi ketidakpastian global. Komitmen Prabowo ditekankan pada stabilitas keamanan nasional sebagai fondasi utama pembangunan.

Sebelumnya, saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman menyatakan kesiapannya untuk memberikan masukan komprehensif, baik dalam lingkup nasional maupun internasional.

"Saya sebagai penasihat Presiden, tentunya memberikan saran dan masukan jika diminta oleh beliau. Fokusnya mencakup isu nasional dan internasional," kata Dudung. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mendesak regulasi tegas berupa denda bagi importir yang menimbun barang di pelabuhan guna me...

news | 16:11 WIB

Mensesneg Prasetyo Hadi menanggapi usulan Menteri HAM Natalius Pigai soal kalangan sipil yang bisa mengisi jabatan nonop...

news | 13:19 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjamin program Makan Bergizi Gratis tidak akan menekan fiskal nasional. Defisit ...

news | 13:07 WIB

Kementerian Pariwisata mencatat pertumbuhan positif pada April 2026. Kunjungan wisman menembus 1,25 juta dan devisa pari...

news | 09:41 WIB

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengaku bangga dengan debut Mathew Baker (17 tahun) yang memecahkan rekor sebagai ...

news | 08:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun ata...

news | 07:15 WIB

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai momentum nobar Piala Dunia 2026 di TVRI bisa mendongkrak ekonomi ...

news | 06:00 WIB

Description: Komisi III DPR RI mengusulkan agar RUU Polri terbaru turut mengatur netralitas anggota aktif terhadap ormas...

news | 14:28 WIB

Ketua Fraksi Golkar DPR M. Sarmuji mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) transparan dalam penunjukan titik SPPG dan mengeva...

news | 14:24 WIB

KSP tegaskan komitmen selamatkan aset negara. Kepala KSP Dudung Abdurachman sebut Satgas PKH berhasil amankan aset & keu...

news | 14:21 WIB