Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 mencapai Rp1.365,4 triliun atau tumbuh 34,4 persen. Sektor belanja pusat didorong program Makan Bergizi Gratis dan Bansos.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 06 Juni 2026 | 07:15 WIB
Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos

Tumbuh 34 Persen, Belanja Negara Mei 2026 Didorong Program Makan Bergizi Gratis dan Bansos

matamata.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi belanja negara hingga Mei 2026 telah mencapai Rp1.365,4 triliun. Angka ini setara dengan 35,5 persen dari total target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun.

"Belanja negara tetap tumbuh 34,4 persen (secara tahunan). Bagus, artinya sesuai dengan target. Kita selalu ingin mempercepat belanja mencapai Rp1.365,4 triliun," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Purbaya merinci, belanja negara tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.059,3 triliun atau 33,6 persen dari pagu APBN. Angka realisasi belanja pusat ini mencatatkan pertumbuhan pesat hingga 52,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lebih detail, belanja pemerintah pusat mencakup belanja kementerian/lembaga (K/L) yang tercatat sebesar Rp517,7 triliun. Akselerasi belanja K/L ini didorong oleh sejumlah program strategis nasional, di antaranya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan sosial (bansos), serta pencairan Tunjangan Hari Raya (THR).

Sementara itu, realisasi belanja non-K/L tercatat mencapai Rp541,6 triliun. Penyerapan anggaran pada sektor ini utamanya dipengaruhi oleh pembayaran manfaat pensiun, subsidi, serta kompensasi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik.

Di sisi lain, komponen belanja Transfer ke Daerah (TKD) baru terealisasi sebesar Rp306,1 triliun. Berbeda dengan belanja pusat yang tumbuh positif, sektor TKD justru mengalami kontraksi sebesar 4,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis Jakarta bisa menjadi kota sinema dunia layaknya Busan, Korea Selatan, didu...

news | 14:00 WIB

Pergelaran BCFM 2026 di Pakuwon Mall Bekasi sukses membukukan omzet Rp334,95 juta untuk pelaku ekraf dan UMKM lokal. Jas...

news | 13:30 WIB

Menaker Yassierli meminta seluruh Kepala BPVP mengukur keberhasilan pelatihan dari tingkat penyerapan kerja alumni di in...

news | 13:14 WIB

Pemprov DKI Jakarta membuka 12 ribu lowongan kerja lewat Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 secara hybrid. Cek jadwal, loka...

news | 12:00 WIB

KPK optimistis terhadap dukungan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberantas korupsi. Dalam dua tahun, KPK menggelar 3...

news | 11:30 WIB