DPR Desak Kemenlu Gerak Cepat Selamatkan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak Kemenlu gerak cepat menyelamatkan 9 WNI yang ditangkap militer Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza.

Elara | MataMata.com
Selasa, 19 Mei 2026 | 09:51 WIB
DPR Desak Kemenlu Gerak Cepat Selamatkan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel

DPR Desak Kemenlu Gerak Cepat Selamatkan 9 WNI yang Ditangkap Militer Israel

matamata.com - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bergerak cepat menyelamatkan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap militer Israel. Para WNI tersebut dicegat saat melakukan pelayaran misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina.

Hasanuddin menyatakan bahwa Kemenlu harus segera mengaktifkan jalur diplomasi belakang (back channel) serta memanfaatkan instrumen multilateral guna memastikan keselamatan seluruh WNI yang terdiri dari aktivis dan jurnalis tersebut.

"Pemerintah harus bergerak cepat melalui jalur diplomasi bilateral maupun multilateral. Indonesia perlu menggalang dukungan di Dewan Keamanan PBB, serta meminta Komite Internasional Palang Merah (ICRC) melakukan intervensi langsung demi memastikan kondisi para WNI," kata Hasanuddin di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Menurut Hasanuddin, tindakan Angkatan Laut Israel terhadap kapal sipil pembawa bantuan kemanusiaan di perairan internasional merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kebebasan navigasi internasional. Tindakan tersebut juga dinilai mengabaikan Hukum Humaniter Internasional dan Konvensi Jenewa.

"Penangkapan terhadap relawan kemanusiaan dan jurnalis sipil di perairan internasional tidak dapat dibenarkan. Ini bukan hanya menyangkut keselamatan WNI, tetapi juga menyangkut penghormatan terhadap hukum internasional dan perlindungan terhadap misi kemanusiaan," tegasnya.

Ia menambahkan, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi seluruh warga negaranya di luar negeri, terutama mereka yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.

Sebelumnya, Kemenlu RI juga telah mengecam keras aksi pasukan militer Israel yang mencegat konvoi flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza di perairan Siprus, serta penangkapan terhadap sejumlah WNI yang berada di kapal tersebut.

"Kemenlu RI mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0," kata Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang dalam pernyataan resminya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Yvonne menjelaskan bahwa insiden pencegatan konvoi kemanusiaan oleh militer Israel tersebut terjadi di perairan Siprus, bagian timur Laut Mediterania, pada Senin waktu setempat. (Antara)

Baca Juga: Dambakan Kulit Cantik! Kim Kardashian dan Hian Tjen, Gunakan Teknologi Skin Tightening XERF

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK membongkar modus korupsi Bupati Langkat Syah Afandin. Eks timsesnya, Yaqub Abdhal, disebut menguasai 85 proyek senil...

news | 11:45 WIB

Kejagung RI menyarankan Pemkab Bekasi menggandeng pihak ketiga untuk mengelola Stadion Wibawa Mukti Cikarang demi hemat ...

news | 11:40 WIB

Menhaj Mochamad Irfan Yusuf membuka Rakernas Evaluasi Haji 2026. Ia meminta seluruh jajaran Kemenhaj blak-blakan mengung...

news | 11:36 WIB

KPK telusuri asal-usul uang amplop dari Bupati Kuansing Suhardiman Amby untuk Menhut Raja Juli Antoni. Diduga berasal da...

news | 11:33 WIB

China merespons keras kritik AS dan Uni Eropa terkait UU Persatuan Etnis yang baru berlaku. Beijing sebut barat lakukan ...

news | 06:15 WIB