Cegah Kekerasan Seksual, DPR Minta Kemenag Perketat Pengawasan Pesantren

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mendesak Kemenag memperketat izin dan pengawasan pesantren buntut kasus kekerasan seksual di Pati, Jawa Tengah.

Elara | MataMata.com
Rabu, 06 Mei 2026 | 14:06 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/9/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/9/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Matamata.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta Kementerian Agama (Kemenag) memperketat pemberian izin dan pengawasan terhadap pondok pesantren. Langkah tegas ini didesak menyusul mencuatnya kasus kekerasan seksual yang terjadi di salah satu pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

"Jangan sampai Kementerian Agama mengeluarkan izin, tetapi tidak tahu pengawasannya seperti apa," ujar Cucun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurut Cucun, keberadaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) yang menaungi Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren sepatutnya membuat Kemenag memiliki indikator pengawasan yang lebih optimal. Hal ini dinilai krusial guna mencegah berulangnya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama.

"Ini saatnya pemerintah bertindak cepat agar orang tidak seenaknya mendirikan pesantren tanpa pengawasan yang kuat," tegas politisi PKB tersebut.

Cucun juga mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku tanpa ragu. Ia menilai kasus di Pati telah melampaui batas kewajaran serta mencederai martabat institusi pesantren secara nasional.

"Saya minta aparat menegakkan hukum seberat-beratnya kepada pelaku agar ada efek jera. Sampaikan secara terbuka kepada publik karena ini merusak citra pesantren. Padahal, melalui UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, kita berjuang agar lembaga ini mendapat rekognisi dan kesetaraan yang layak," tuturnya.

Sebagai langkah preventif konkret, Cucun mengusulkan agar setiap pesantren putri wajib memiliki pembina atau pengasuh dari kalangan perempuan. Hal ini dinilai penting untuk menjamin keamanan, ruang aman, dan kenyamanan para santriwati.

Selain itu, ia mendorong pemerintah agar segera merealisasikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti-Kekerasan di lingkungan pesantren yang sempat digagas sebelumnya.

Merespons keresahan publik, Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya telah menegaskan bahwa Kemenag menerapkan kebijakan tanpa toleransi (zero tolerance) terhadap segala bentuk kekerasan dan pelecehan di lembaga pendidikan, baik fisik maupun verbal.

“Tidak ada toleransi untuk tindak kekerasan seksual. Saya tidak pernah menoleransi sedikit pun tindakan yang mencederai martabat kemanusiaan,” tegas Menag Nasaruddin.

Baca Juga: TNI AD Kolaborasi dengan Kemenko Pangan, Ini 3 Fokus Utama Pengelolaan Sampah

Menag menekankan bahwa lembaga pendidikan agama harus menjadi ruang yang paling aman dan bermartabat bagi anak-anak untuk menuntut ilmu, sekaligus menjadi contoh teladan bagi masyarakat luas. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

TNI AD dan Kemenko Pangan resmi berkolaborasi dalam mengelola sampah nasional. KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak soroti d...

news | 12:55 WIB

Menag Nasaruddin Umar menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual di pesantren. Kemenag bentuk Satuan P...

news | 12:26 WIB

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sektor industri pengolahan seperti nikel dan aluminium mendominasi 82,25% pa...

news | 11:56 WIB

Pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia melonjak tajam. Wamenaker Afriansyah Noor tegaskan komitmen Kemnaker siapkan S...

news | 11:46 WIB

KPK terus mendalami kasus korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq. Penyidik kini fokus menelusuri transaksi penu...

news | 09:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto merestui 7 strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat nilai tukar rupiah, termasuk membatas...

news | 08:15 WIB

Polresta Bandara Soetta menyelidiki kasus penggagalan 51 jemaah haji ilegal. Korban bayar hingga Rp250 juta dan mengguna...

news | 06:00 WIB

Momen akrab Presiden Prabowo Subianto saat mengizinkan 300 pelajar Forum OSIS Jabar keliling Istana dan melihat jajar ke...

news | 18:20 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa laporkan APBN kuartal I 2026 defisit Rp240,1 triliun (0,93% PDB). Pendapatan negara Rp574,9 ...

news | 15:00 WIB

Nadiem Makarim absen dari sidang kasus korupsi Chromebook senilai Rp2,18 triliun karena sakit. Simak detail dakwaan dan ...

news | 15:00 WIB