Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam acara Hyundai EV Ecosystem Tour di Cikarang, Bekasi, Selasa (5/5/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI)
Matamata.com - Pemerintah terus bergerak cepat menyiapkan tenaga kerja kompeten demi mengisi kebutuhan industri hijau (green jobs) di Indonesia. Langkah taktis ini diambil menyusul lonjakan signifikan pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dalam beberapa tahun terakhir.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa transformasi menuju ekonomi hijau kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Sektor EV pun menjadi salah satu pilar krusial dalam ekosistem pekerjaan masa depan.
"Geliat pasar yang sangat cepat dalam periode tiga tahun terakhir ini tentunya berdampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja. Kita butuh SDM yang memiliki kompetensi di bidang teknologi otomotif berbasis listrik, digitalisasi, serta keterampilan pendukung industri hijau," ujar Afriansyah dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Potensi besar sektor ini tergambar dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Penjualan kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan tren peningkatan yang luar biasa, melonjak dari sekitar 10 ribu unit pada 2022 menjadi lebih dari 100 ribu unit pada 2025.
Pria yang akrab disapa Ferry ini menjelaskan, komitmen pembangunan SDM berkualitas ini merupakan bagian dari perwujudan Asta Cita demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu langkah konkret yang ditempuh Kemnaker adalah menjalin kolaborasi erat dengan mitra industri, termasuk pabrikan otomotif PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) dalam penguatan pendidikan vokasi.
"Pada tahun 2023, PT HMMI memberikan hibah lima unit kendaraan untuk pengembangan pelatihan vokasi kejuruan otomotif di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi strategis yang kami harapkan terus berlanjut dan diikuti perusahaan lainnya," tuturnya.
Ferry menilai, sinergi tiga arah antara pemerintah, pelaku industri, dan lembaga pelatihan adalah kunci utama. Langkah ini tidak hanya meningkatkan daya saing pekerja lokal, tetapi juga membuka keran kesempatan kerja profesional yang lebih luas di bidang otomotif modern.
"Sinergi ini menjadi kunci agar Indonesia mampu menciptakan tenaga kerja yang produktif dan siap menghadapi tantangan masa depan di sektor green jobs," pungkas Wamenaker Ferry. (Antara)
Baca Juga: KPK Telusuri Penukaran Valas Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq