Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah

Menaker Yassierli menargetkan pemerataan program Magang Nasional agar lebih inklusif bagi putra daerah dan lulusan baru di luar Pulau Jawa demi kesiapan kerja.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 24 April 2026 | 13:06 WIB
Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah

Menaker Dorong Pemerataan Magang Nasional, Buka Peluang Lebar bagi Putra Daerah

matamata.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya pemerataan program Magang Nasional guna memperluas akses dunia kerja bagi lulusan perguruan tinggi di berbagai daerah. Langkah ini diambil agar potensi putra daerah dapat terserap maksimal di wilayah asal mereka masing-masing.

“Kita harus mulai menjadikan program Magang Nasional ini merata sebarannya. Ini adalah kesempatan bagi putra daerah untuk bisa berkarya di daerah mereka sendiri,” ujar Yassierli di sela penutupan Magang Nasional 2025 Tahap I yang digelar secara hibrida di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Berdasarkan evaluasi Kemnaker pada Tahap I, Yassierli mengakui bahwa sebaran peserta saat ini masih didominasi oleh penempatan di Pulau Jawa. Hal ini bertujuan memberikan pengalaman kerja di pusat industri bagi peserta dari daerah. Namun, untuk tahap selanjutnya, Kemnaker merancang distribusi peserta yang lebih luas secara geografis.

Selain aspek wilayah, Menaker juga menyoroti pentingnya inklusivitas dalam bidang studi. Ia ingin program magang mencakup lebih banyak kejuruan agar para lulusan baru (fresh graduate) mendapatkan pengalaman kerja yang linear dengan latar belakang pendidikan mereka.

“Fokus tahun pertama adalah memberikan pengalaman kerja. Memasuki tahun kedua, kita ingin memastikan peserta tidak hanya mendapat pengalaman, tapi juga sertifikat kompetensi agar langsung diserap oleh perusahaan. Ini butuh kerja keras kita semua,” tambahnya.

Sebagai informasi, saat ini program Magang Nasional tercatat diikuti oleh sekitar 100.000 peserta yang tersebar di berbagai kementerian, lembaga, dan perusahaan swasta. Program ini dilaksanakan secara bertahap, di mana sebanyak 14.952 peserta Tahap I telah menyelesaikan masa magangnya per 19 April 2026.

Peserta yang menuntaskan program selama enam bulan akan menerima sertifikat magang resmi. Sementara itu, bagi peserta yang mengikuti program lebih dari tiga bulan namun kurang dari enam bulan, akan diberikan surat keterangan resmi. Dokumen-dokumen ini diproyeksikan menjadi modal kuat bagi para pencari kerja untuk membuktikan kesiapan mereka di dunia profesional. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

TNI AL mengerahkan tiga kapal perang (KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861) untuk mencari 5 jurnalis hilang di...

news | 15:44 WIB

Polisi memeriksa 8 saksi kasus kebakaran di Paniai, Papua Tengah, yang menewaskan 11 orang dan merugikan Rp2 miliar. Pen...

news | 15:41 WIB

DPR RI bakal berkoordinasi dengan pemerintah merespons usulan perpanjangan masa jabatan kepala desa (Kades AMJ) demi efi...

news | 13:07 WIB

KPK memanggil Kepala Perum Bulog Jateng dan 37 saksi terkait dugaan korupsi bansos beras PKH Kemensos yang merugikan neg...

news | 12:09 WIB

Pemprov DKI Jakarta mengecek langsung penerima bansos di lapangan guna memastikan bantuan tepat sasaran di masa transisi...

news | 10:45 WIB