Mendiktisaintek Dorong Konsorsium Nasional demi Kedaulatan Satelit Indonesia

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong pembentukan konsorsium nasional pengembangan satelit untuk perkuat kedaulatan teknologi dan kurangi ketergantungan asing.

Elara | MataMata.com
Kamis, 23 April 2026 | 12:00 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri) dan Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Risdianto (kanan) dalam audiensi di Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kiri) dan Ketua Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Risdianto (kanan) dalam audiensi di Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek

Matamata.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mendorong pembentukan konsorsium nasional pengembangan satelit. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat kedaulatan komunikasi dan teknologi Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada pihak asing.

"Kita buat konsorsium bersama yang melibatkan asosiasi, industri, dan perguruan tinggi. Dukungan riset dapat diperkuat dari kampus, sementara pemerintah mengalokasikan pendanaan agar kedaulatan teknologi semakin terjamin," ujar Brian Yuliarto dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menteri Brian menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama. Integrasi antara riset kampus dengan kebutuhan industri diharapkan mampu membangun ekosistem teknologi yang mandiri dan berkelanjutan. Menurutnya, aspek komunikasi sangat strategis sehingga keamanan sistem nasional harus dijaga secara mandiri.

"Ketergantungan terhadap pihak eksternal perlu dikurangi agar sistem komunikasi nasional tetap andal dan aman," tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI), Risdianto, mengungkapkan bahwa industri satelit di tanah air tengah bertransformasi. Saat ini, fokus industri bergeser dari sekadar penyedia konektivitas menjadi berbasis solusi digital.

"Dulu berbasis connectivity, sekarang berkembang menjadi solution-based. Konektivitas telah menjadi komoditas, sehingga inovasi perlu didorong pada layanan digital dan solusi berbasis teknologi," kata Risdianto.

Risdianto menambahkan, teknologi satelit tetap menjadi solusi paling efektif untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

Selain konsorsium besar, Kemdiktisaintek dan ASSI juga menyoroti potensi pengembangan nano-satellite. Teknologi ini dinilai semakin relevan untuk mendukung kebutuhan pemantauan wilayah serta komunikasi yang lebih efisien. Namun, Brian mengingatkan bahwa pengembangan ini memerlukan "orkestrasi" nasional yang kuat, mencakup regulasi yang mendukung, akses peluncuran, hingga sinergi lintas sektor. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Andi Amran Sulaiman mengumumkan stok beras Bulog tembus 5,19 juta ton per April 2026, rekor tertinggi dalam sejar...

news | 11:15 WIB

DPP Partai Golkar puji kebijakan energi Presiden Prabowo yang bawa Indonesia raih peringkat 2 dunia ketahanan energi ver...

news | 10:34 WIB

Menaker Yassierli meminta perusahaan menyesuaikan tugas peserta magang nasional dengan latar belakang pendidikan, teruta...

news | 09:45 WIB

Menko Infrastruktur AHY menegaskan pengembangan jaringan kereta api nasional adalah solusi utama untuk menekan kendaraan...

news | 08:15 WIB

China dukung perpanjangan gencatan senjata AS-Iran, namun peringatkan situasi masih kritis akibat blokade laut di Selat ...

news | 07:00 WIB

Menko Infrastruktur AHY mengungkapkan rencana pemerintah membangun 2.772 km jalur kereta api di Kalimantan untuk memperk...

news | 06:00 WIB

Indonesia mendorong negara Asia Pasifik menjadi kompas pembangunan global dalam Sidang UNESCAP ke-82 di Bangkok. Simak p...

news | 15:15 WIB

Peneliti BRIN ungkap potensi besar ikan gabus sebagai superfood lokal. Kaya akan albumin untuk penyembuhan luka dan nutr...

news | 14:15 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka menjalani prosesi adat Mansorandak dalam kunjungan perdananya ke Raja Ampat. Simak momen h...

news | 13:15 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan strategis kepada Penasihat Khusus Pertahanan Jenderal (Purn) Dudung Abdurach...

news | 12:15 WIB