Rupiah Melemah Tembus Rp17.289, Menko Airlangga Sebut Akibat Gejolak Global

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pelemahan Rupiah hingga Rp17.289 per dolar AS dipicu gejolak global dan konflik AS-Iran. Simak langkah BI menjaga stabilitas.

Elara | MataMata.com
Kamis, 23 April 2026 | 14:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan dalam seminar nasional terkait aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Aria Ananda/aa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sambutan dalam seminar nasional terkait aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Jakarta, Selasa (21/4/2026). ANTARA/Aria Ananda/aa.

Matamata.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini merupakan dampak langsung dari gejolak ekonomi global. Pemerintah memastikan akan terus memantau pergerakan pasar agar tetap terkendali.

“Ya, kita lihat gejolak global juga menjadi pengaruh utama. Jadi, kita monitor saja,” ujar Airlangga saat ditemui di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan data pasar pada Kamis pagi, nilai tukar Rupiah melemah 108 poin atau 0,63 persen ke posisi Rp17.289 per dolar AS. Angka ini merosot dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.181 per dolar AS.

Airlangga menambahkan, pemerintah tengah melakukan peninjauan mendalam untuk langkah antisipasi. Hal ini menjadi krusial mengingat asumsi nilai tukar Rupiah dalam APBN Tahun Anggaran 2026 dipatok pada angka Rp16.500 per dolar AS.

“Kita monitor terus, karena kita tidak bisa reaktif setiap hari. Itu tugas Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitasnya,” imbuhnya.

Sentimen Geopolitik dan Kebijakan BI Terpisah, Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menilai pelemahan ini dipicu oleh eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

“Konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven,” jelas Amru.

Dari sisi domestik, Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen sebagai upaya menjaga stabilitas. Guna meredam volatilitas, BI juga menaikkan ambang batas transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan swap dari 5 juta dolar AS menjadi 10 juta dolar AS per transaksi.

Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi tekanan di pasar spot valuta asing. “Ke depan, arah Rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, kebijakan Federal Reserve, serta efektivitas bauran kebijakan domestik,” tutup Amru. (Antara)

Baca Juga: Mendiktisaintek Dorong Konsorsium Nasional demi Kedaulatan Satelit Indonesia

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Mentan Amran Sulaiman memastikan harga beras SPHP dan HET tidak naik meski ada isu biaya kemasan. Stok beras Bulog capai...

news | 13:00 WIB

Arab Saudi resmi meluncurkan rencana operasional Haji 2026 dengan 150 inisiatif baru. Simak kecanggihan layanan berbasis...

news | 12:32 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto dorong pembentukan konsorsium nasional pengembangan satelit untuk perkuat kedaulatan tekn...

news | 12:00 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman mengumumkan stok beras Bulog tembus 5,19 juta ton per April 2026, rekor tertinggi dalam sejar...

news | 11:15 WIB

DPP Partai Golkar puji kebijakan energi Presiden Prabowo yang bawa Indonesia raih peringkat 2 dunia ketahanan energi ver...

news | 10:34 WIB

Menaker Yassierli meminta perusahaan menyesuaikan tugas peserta magang nasional dengan latar belakang pendidikan, teruta...

news | 09:45 WIB

Menko Infrastruktur AHY menegaskan pengembangan jaringan kereta api nasional adalah solusi utama untuk menekan kendaraan...

news | 08:15 WIB

China dukung perpanjangan gencatan senjata AS-Iran, namun peringatkan situasi masih kritis akibat blokade laut di Selat ...

news | 07:00 WIB

Menko Infrastruktur AHY mengungkapkan rencana pemerintah membangun 2.772 km jalur kereta api di Kalimantan untuk memperk...

news | 06:00 WIB

Indonesia mendorong negara Asia Pasifik menjadi kompas pembangunan global dalam Sidang UNESCAP ke-82 di Bangkok. Simak p...

news | 15:15 WIB