Menaker Tegaskan WFH Satu Hari Seminggu Bagi Karyawan Swasta Hanya Imbauan

Menaker Yassierli tegaskan aturan WFH satu hari seminggu bagi karyawan swasta per 1 April 2026 hanya bersifat imbauan. Simak aturan lengkap dan hak gaji pekerja di sini.

Elara | MataMata.com
Kamis, 02 April 2026 | 08:15 WIB
Menaker Tegaskan WFH Satu Hari Seminggu Bagi Karyawan Swasta Hanya Imbauan

Menaker Tegaskan WFH Satu Hari Seminggu Bagi Karyawan Swasta Hanya Imbauan

matamata.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam seminggu bagi karyawan swasta bersifat imbauan. Kebijakan ini tetap mengedepankan kebutuhan operasional dan kebijakan internal masing-masing perusahaan.

"Ya, sifatnya imbauan karena tentu kebijakan work from home itu tidak berdampak kepada pertumbuhan ekonomi," ujar Yassierli di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Pernyataan tersebut merespons pertanyaan publik terkait status Surat Edaran (SE) Menaker Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja. Menaker memastikan bahwa SE tersebut tidak bersifat mengikat atau wajib.

Yassierli menjelaskan, penerapan WFH diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan dengan mempertimbangkan karakteristik usaha. Hal ini bertujuan agar aktivitas bisnis tetap berjalan optimal dan produktivitas karyawan terjaga.

"Masing-masing perusahaan tentu memiliki kekhasan tersendiri. Jadi, teknis terkait dengan WFH kita serahkan sepenuhnya kepada perusahaan," katanya menambahkan.

Menurut Menaker, fleksibilitas pengaturan kerja ini merupakan momentum untuk mendorong adaptasi pola kerja baru yang lebih efisien. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mendukung penggunaan energi secara bijak di lingkungan kerja.

Melalui SE tersebut, pemerintah mengajak perusahaan dan serikat buruh untuk berkolaborasi merancang program penghematan energi. Yassierli meyakini efisiensi energi di tempat kerja akan memberikan dampak positif bagi keberlanjutan perusahaan dan kesejahteraan pekerja nasional.

"Kami yakin momentum ini akan digunakan teman-teman swasta untuk merancang berbagai program bersama serikat pekerja demi penggunaan energi yang lebih bijak," tuturnya.

Sebelumnya, Menaker mengimbau pimpinan perusahaan swasta, BUMN, hingga BUMD untuk mulai menerapkan WFH sehari dalam seminggu mulai 1 April 2026.

Namun, kebijakan ini tidak berlaku bagi sektor-sektor strategis seperti energi, kesehatan, infrastruktur, pelayanan masyarakat, ritel, industri produksi, transportasi, logistik, hingga sektor keuangan.

Baca Juga: Ikuti Jejak RI, Malaysia Wajibkan WFH untuk Hemat BBM Mulai Pertengahan April

Meski bersifat imbauan, Menaker menggarisbawahi bahwa perusahaan yang menerapkan WFH wajib memenuhi hak-hak pekerja secara utuh. "Hak pekerja seperti gaji penuh dan cuti tahunan tidak boleh dikurangi meskipun mereka bekerja secara remote atau WFH," pungkasnya. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Indonesia bidik posisi pemain utama bioenergi sawit global lewat ajang INNOPROM 2026 di Rusia. Menperin tegaskan kesiapa...

news | 16:19 WIB

Netflix mengungkapkan film keluarga Indonesia rutin masuk daftar Global Top 10 dalam 4 tahun terakhir. Simak tren menont...

news | 16:10 WIB

Jaksa Agung resmi menunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus menggantikan Febrie Adriansyah yang mengundurkan diri usai...

news | 14:08 WIB

Sekjen DPP Partai Golkar M. Sarmuji meminta kader muda AMPG adaptif terhadap perubahan zaman. AMPG juga menggelar Rapimn...

news | 14:01 WIB

Hubungan AS dan Iran kembali membara. Ketua Parlemen Iran tegaskan kesiapan pertahanan total saat bertemu Ketua MPR RI A...

news | 13:57 WIB