Menteri PU Tegaskan ASN Kementerian PU Tidak Terapkan Kebijakan WFH

Menteri PU Dody Hanggodo memutuskan ASN Kementerian PU tidak menerapkan WFH. Fokus pada penanganan bencana di Sumatera menjadi alasan utama kehadiran fisik pegawai.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 11 April 2026 | 08:15 WIB
Menteri PU Tegaskan ASN Kementerian PU Tidak Terapkan Kebijakan WFH

Menteri PU Tegaskan ASN Kementerian PU Tidak Terapkan Kebijakan WFH

matamata.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berlaku di lingkungan Kementerian PU.

Karakter tugas yang membutuhkan kehadiran fisik di lapangan dan respons cepat terhadap bencana menjadi alasan utama kebijakan ini.

Dody menjelaskan, Kementerian PU memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam penanganan darurat bencana bersama BNPB, Basarnas, dan BPBD di seluruh wilayah Indonesia.

"Di Kementerian PU sebenarnya tidak ada WFH. Selain membangun infrastruktur, kami adalah bagian dari tim utama saat terjadi bencana. Karena itu, kami putuskan untuk tetap bekerja secara luring (di kantor/lapangan)," ujar Dody dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Menurut Dody, kehadiran fisik pegawai sangat krusial agar koordinasi dan respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Keputusan ini berlaku untuk seluruh unit kerja, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pertimbangan utama lainnya adalah situasi bencana yang tengah melanda sejumlah wilayah, seperti banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara. Dody menyoroti adanya laporan korban jiwa akibat longsor di Deli Serdang yang menuntut kesiapsiagaan penuh jajaran kementeriannya.

"Kemarin ada longsor dan jatuh korban meninggal dunia di Deli Serdang. Kondisi ini membuat WFH tidak memungkinkan bagi kami," tegasnya.

Meski tidak menerapkan WFH, Dody memastikan Kementerian PU tetap menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi operasional.

Langkah penghematan dilakukan melalui pengurangan penggunaan listrik dan pendingin ruangan (AC) setelah jam kerja, serta optimalisasi ventilasi alami untuk menghemat energi.

"Mudah-mudahan dengan cara itu, meskipun tidak WFH, kami tetap memberikan kontribusi nyata dalam efisiensi anggaran bagi bangsa dan negara," pungkas Dody. (Antara)

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026: Prediksi Ekonom dan Respon Menko Airlangga

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Dari berburu outfit ala selebriti sampai checkout skincare tengah malam, transaksi digital bikin belanja makin praktis. ...

news | 15:03 WIB

Mario Aji evaluasi gaya membalap (riding style) usai terjatuh di sesi latihan Moto2 GP Indonesia 2026. Intip strategi da...

news | 10:00 WIB

Cristiano Ronaldo terancam sanksi larangan membela timnas Portugal hingga 6 bulan usai meninggalkan pemusatan latihan ta...

news | 09:56 WIB

Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra merencanakan pulau kosong sebagai tempat rehabilitasi napi narkoba guna mengata...

news | 09:15 WIB

Sembuh dari cedera panjang, bek SC Heerenveen Mees Hilgers menargetkan kembali membela Timnas Indonesia pada agenda FIFA...

news | 08:15 WIB