Mendiktisaintek Gerakkan Perguruan Tinggi Dukung Proyek Giant Sea Wall Pantura

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmennya untuk menggerakkan peran perguruan tinggi dan ekosistem riset dalam mendukung pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang Pa

Elara | MataMata.com
Selasa, 05 Mei 2026 | 12:15 WIB
Foto udara permukiman yang berdekatan dengan air rob dan menutupi lahan warga di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengusulkan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) agar Pekalongan dapat masuk wilayah yang diprioritaskan dalam pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) pada sesi pertama selain Teluk Jakarta dan Semarang-Kendal-Demak. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom.

Foto udara permukiman yang berdekatan dengan air rob dan menutupi lahan warga di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengusulkan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) agar Pekalongan dapat masuk wilayah yang diprioritaskan dalam pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) pada sesi pertama selain Teluk Jakarta dan Semarang-Kendal-Demak. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom.

Matamata.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan komitmennya untuk menggerakkan peran perguruan tinggi dan ekosistem riset dalam mendukung pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa. Proyek ini akan berbasis pada penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

"Ini memang tantangan besar, tetapi sekaligus membuka peluang strategis bagi pengembangan keilmuan, teknologi, dan industri nasional. Kita membutuhkan pemodelan hidrodinamika yang presisi, teknologi konstruksi pantai yang adaptif, inovasi material, hingga pemahaman sosial ekonomi masyarakat pesisir secara komprehensif," ujar Brian Yuliarto di Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menteri Brian mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah mendorong para guru besar, dosen, dan peneliti di berbagai perguruan tinggi untuk mengintensifkan riset relevan, baik dari aspek teknis maupun dampak sosial kemasyarakatan.

Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, Brian menekankan pentingnya penguasaan teknologi nasional dalam proyek ini. Ia berharap pembangunan Giant Sea Wall menjadi momentum transfer teknologi bagi anak bangsa melalui jalur akademisi.

"Ke depan, kita berharap Indonesia tidak hanya mampu membangun, tetapi juga dikenal sebagai pemilik teknologi pengembangan tanggul laut," tegasnya.

Pembangunan Giant Sea Wall merupakan instruksi langsung Presiden RI Prabowo Subianto dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini bertujuan melindungi pesisir utara Jawa dari ancaman penurunan muka tanah (land subsidence) serta kenaikan permukaan air laut.

Sebagai langkah konkret, sebuah Nota Kesepahaman (MoU) telah diteken untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi sebagai pusat unggulan (center of excellence). Langkah ini bertujuan menyediakan tenaga ahli multidisiplin serta mengintegrasikan pendidikan dan riset dalam proyek nasional tersebut.

Sejumlah kampus ternama, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), hingga Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dilaporkan telah terlibat aktif dalam penyediaan kajian teknis dan pengembangan teknologi.

Keterlibatan ini selaras dengan kebijakan "Diktisaintek Berdampak" yang menekankan bahwa pendidikan tinggi harus memberikan solusi nyata bagi persoalan strategis bangsa.

Implementasi kerja sama ini diharapkan mempercepat integrasi kebijakan di lapangan sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai motor penggerak solusi berbasis sains. (Antara)

Baca Juga: Erick Thohir Dorong Transformasi SEA Games Jadi Jembatan Menuju Olimpiade

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Iran mulai terbuka untuk berunding di tengah operasi 'Project Freedom' di Selat Horm...

news | 11:15 WIB

Menpora Erick Thohir mendorong transformasi SEA Games menjadi ajang standar Olimpiade dalam SEA Ministerial Meeting 2026...

news | 10:29 WIB

Bapanas perkuat intervensi harga pangan pasca-Lebaran 2026. Simak langkah pemerintah atasi deflasi harga ayam dan telur ...

news | 09:15 WIB

Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto berencana gugat LHP BPK kasus korupsi LNG ke PTUN karena dinilai ilegal dan ...

news | 08:00 WIB

WHO menegaskan risiko penularan Hantavirus tetap rendah dan tidak diperlukan pembatasan perjalanan internasional meski d...

news | 07:00 WIB

Presiden Prancis Emmanuel Macron secara tegas menolak bergabung dalam operasi militer AS 'Project Freedom' di Selat Horm...

news | 06:00 WIB

Mensos Saifullah Yusuf mengapresiasi siswa SRMP 21 Manado yang meraih medali emas di Kejuaraan Wushu Nasional 2026. Bukt...

news | 19:08 WIB

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera menginvestigasi kasus ...

news | 19:06 WIB

Kementerian Kebudayaan menggelar lomba video kreatif 'Aku dan Budayaku' untuk Gen Z. Cek syarat, jadwal pendaftaran, dan...

news | 14:38 WIB

Ketua DPP PDIP Said Abdullah usulkan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) ideal 6 persen dan berlaku berjenja...

news | 14:33 WIB