Menekraf Teuku Riefky: Ekonomi Kreatif Adalah Mesin Baru Perekonomian Nasional

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif (ekraf) memiliki peran strategis dalam lanskap ekonomi baru Indonesia. Sektor ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka, tetapi juga

Elara | MataMata.com
Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:15 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri Yudhoyono Dialogue Forum (YDF) di Auditorium Museum dan Galeri SBY ANI, Pacitan, Jumat (6/2/2026). ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menghadiri Yudhoyono Dialogue Forum (YDF) di Auditorium Museum dan Galeri SBY ANI, Pacitan, Jumat (6/2/2026). ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif

Matamata.com - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif (ekraf) memiliki peran strategis dalam lanskap ekonomi baru Indonesia. Sektor ini tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka, tetapi juga pada keberlanjutan dan inklusivitas jangka panjang.

Dalam acara Yudhoyono Dialogue Forum (YDF) bertema ‘New Economy, New Road to Prosperity’ di Auditorium Museum dan Galeri SBY ANI, Pacitan, Sabtu (7/2/2026), Riefky menyebut kekuatan ekraf Indonesia berakar pada fondasi budaya yang kuat.

“Pada tahun 2011, nomenklatur ekonomi kreatif pertama kali diangkat ke kementerian dengan harapan menjadi mesin baru perekonomian nasional. Kini hal tersebut semakin nyata dengan hadirnya Kementerian Ekraf yang fokus mengembangkan potensi new economy,” ujar Menteri Riefky.

Sinergi Budaya, Teknologi, dan Modal Senada dengan Menekraf, Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar, menilai predikat ekraf sebagai the new engine of growth sangat relevan bagi Indonesia. Berdasarkan penelitian, teknologi memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas sektor kreatif.

“Pengaruh teknologi terhadap output ekraf itu jelas. Namun, untuk semakin mengembangkannya, diperlukan sentuhan kapital (modal) di industri yang sesuai dengan setiap subsektor ekonomi kreatif,” jelas Hermanto dalam sesi diskusi.

Pesan SBY: Belajar dari Kemarin untuk Hari Esok Presiden ke-6 RI sekaligus Chairman The Yudhoyono Institute (TSI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), selaku penyelenggara forum, menyatakan bahwa dialog ini adalah bentuk dukungan pemikiran bagi pemerintah dalam menghadapi transformasi global.

SBY menyoroti tantangan dunia saat ini yang diwarnai disrupsi inovasi, perubahan iklim, dan pergeseran rantai pasok global. Ia mengajak para pengambil kebijakan untuk merumuskan strategi ekonomi yang paling tepat untuk masa depan Indonesia.

“Forum ini bicara yesterday, today, and tomorrow. Saya mengajak kita semua memikirkan kebijakan ekonomi seperti apa yang paling bagus untuk Indonesia berangkat dari pengalaman kita selama ini,” ujar SBY.

YDF 2026 menjadi ruang dialog lintas sektor yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, hingga pembuat kebijakan. Forum ini menyimpulkan bahwa integrasi antara pertumbuhan ekonomi, pemanfaatan teknologi, dan keberlanjutan lingkungan harus menjadi satu kesatuan strategi pembangunan nasional guna memperkuat ketahanan ekonomi di tengah dinamika global. (Antara)

Baca Juga: LMKN: Platform Digital Wajib Bayar Royalti Musik, Kreator Konten Tidak Dibebani

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pangkas jumlah BUMN dari 1.000 menjadi 250 perusahaan demi efisiensi anggaran dan ...

news | 13:48 WIB

Mentan Andi Amran Sulaiman mengumpulkan rektor se-Indonesia Timur untuk perkuat riset dan pendanaan inovasi pertanian de...

news | 13:40 WIB

Presiden Prabowo Subianto menegaskan ingin rutin bertemu rektor dan profesor sebulan sekali untuk menyerap masukan sains...

news | 13:32 WIB

Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan tarif impor 100 persen bagi negara Eropa yang nekat menerapkan pajak...

news | 13:03 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya ruang kreatif komunitas dalam menjaga kelestarian tradisi, merujuk pa...

news | 10:45 WIB

Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Kebangsaan 2026 di JCC member...

news | 09:30 WIB

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengalihkan hadiah sayembara Rp250 juta kepada keluarga korban penyekapan. Pemprov Jabar jug...

news | 07:30 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkomitmen mendukung seni tradisi Lengger Banyumas menembus panggung internasional demi me...

news | 06:00 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan menambah penempatan dana pemerintah (SAL) hingga Rp400 triliun di bank Himbara de...

news | 16:22 WIB

Kementerian ESDM sempat menahan ekspor batu bara demi mengamankan pasokan listrik PLN. Kini ekspor normal kembali dan pe...

news | 16:04 WIB