Kemen Ekraf Gandeng TikTok-Tokopedia Digitalisasi 1.200 UMKM Daerah

Kemen Ekraf berkolaborasi dengan TikTok Shop dan Tokopedia dalam program STARt x Genmatic untuk mendigitalisasi 1.200 UMKM daerah demi pemerataan ekonomi nasional.

Elara | MataMata.com
Rabu, 29 April 2026 | 09:55 WIB
Kemen Ekraf Gandeng TikTok-Tokopedia Digitalisasi 1.200 UMKM Daerah

Kemen Ekraf Gandeng TikTok-Tokopedia Digitalisasi 1.200 UMKM Daerah

matamata.com - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) resmi berkolaborasi dengan TikTok Shop dan Tokopedia untuk mempercepat transformasi digital pelaku usaha lokal. Melalui program bertajuk "Waktunya STARt x Genmatic: Generasi Melek Teknologi", sebanyak 1.200 UMKM dari berbagai wilayah di Indonesia ditargetkan masuk ke ekosistem digital.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi kreatif yang inklusif. Menurutnya, pemanfaatan platform digital akan mempercepat proses transaksional, mulai dari pengenalan produk hingga pembelian.

“Misi TikTok dan Tokopedia selaras dengan perjuangan kami. Kita ingin memastikan ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan nasional yang dimulai dari daerah, tidak hanya berpusat di kota besar,” ujar Riefky dalam keterangan resminya, Rabu (29/4).

Riefky menambahkan, pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif melalui ekosistem social commerce. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas dan daya saing produk lokal, termasuk membangun kekuatan kreator dan afiliator di luar Pulau Jawa.

Senada dengan hal tersebut, Senior Director Tokopedia (TikTok Shop), Vonny Susamto, menjelaskan bahwa inisiatif Local Business Empowerment (LBE) dalam program ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata di lapangan, seperti kesenjangan literasi digital dan akses pasar.

"Kami berkomitmen menghadirkan program yang berkelanjutan, bukan sekadar jangka pendek," tegas Vonny.

Kolaborasi ini mengusung tiga pilar utama:

  • Waktunya STARt: Pelatihan berkelanjutan bagi UMKM dan kreator di berbagai wilayah.
  • Beli Lokal: Kampanye khusus untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri. Tercatat, lebih dari 20.221 toko telah bergabung dengan peningkatan penjualan mencapai 58 persen.
  • Lokal Mendunia: Akselerasi brand lokal ke pasar global. Saat ini, lebih dari 50 brand sedang dipersiapkan menembus pasar Asia Tenggara sebagai tahap awal.

Head of Public Policy & Government Relations TikTok & Tokopedia, Hilmi Adrianto, menambahkan bahwa dengan 160 juta pengguna TikTok di Indonesia, integrasi konten dan commerce menjadi ruang strategis untuk memicu keputusan pembelian.

Selain penguatan UMKM, pertemuan tersebut juga membahas inovasi layanan seperti pengembangan TikTok Shop sebagai discovery e-commerce dan TikTok Go untuk memperkuat konektivitas bisnis di sektor jasa serta pariwisata. (Antara)

Baca Juga: Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Menhub: Ini Pelajaran Penting untuk Evaluasi Menyeluruh

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Ziva Magnolya beri kejutan tampil berduet bersama Paul Klein di hari kedua konser LANY di Jakarta. Penampilannya panen p...

news | 15:00 WIB

Pinkan Mambo kenang momen awal masuk grup musik Ratu. Sempat gertak Ahmad Dhani, lolos audisi 1 menit, hingga beberkan k...

news | 14:30 WIB

Pengelola mal di Gresik beri penjelasan terkait insiden viral penempelan poster vulgar karyawati toko. Poster langsung d...

news | 14:00 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani mendukung langkah Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka karhutla dan mendesak jamin...

news | 13:38 WIB

Miss Thailand 2000 Boom Panadda resmi bercerai dari God Atip usai mengungkap dugaan perselingkuhan, penggelapan uang 7 j...

news | 11:45 WIB