Prediksi Pilpres 2029: Hensa Sarankan Prabowo Tak Pilih Cawapres yang Ambisius Jadi Capres

Analis Hendri Satrio menilai Prabowo Subianto masih menjadi figur terkuat untuk Pilpres 2029. Simak analisis strategi pemilihan Cawapres dan peluang oposisi di sini.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 07 Februari 2026 | 08:15 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese (kiri) usai menandatangani Traktat mengenai keamanan saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Kunjungan kenegaraan Anthony Albanese di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut untuk menandatangani Traktat Australia-Indonesia mengenai keamanan bersama serta kerjasama bidang perdagangan dan investasi, pendidikan, pembangunan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pri.

Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese (kiri) usai menandatangani Traktat mengenai keamanan saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026). Kunjungan kenegaraan Anthony Albanese di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut untuk menandatangani Traktat Australia-Indonesia mengenai keamanan bersama serta kerjasama bidang perdagangan dan investasi, pendidikan, pembangunan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pri.

Matamata.com - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menilai hingga saat ini belum muncul figur yang sepadan untuk menjadi penantang Presiden Prabowo Subianto pada Pemilu 2029. Hal ini didasarkan pada tingkat penerimaan publik yang masih tinggi terhadap kepemimpinan dan program-program pemerintah saat ini.

"Prabowo hingga saat ini masih diterima dengan baik. Program-program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat disukai masyarakat," ujar Hendri Satrio, atau yang akrab disapa Hensa, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI ini memaparkan dua alasan utama di balik penilaiannya. Pertama, respons masyarakat terhadap kepemimpinan Prabowo cenderung positif karena program yang dirasakan langsung dampaknya. Kedua, belum adanya figur alternatif atau mesin politik oposisi yang mulai memanas.

"Bahkan, oposisi seperti PDI Perjuangan pun belum terlihat ada geliat untuk memunculkan jagoannya hingga hari ini," lanjutnya.

Strategi Cawapres 2029 Alih-alih soal rivalitas Capres, Hensa menilai diskusi yang lebih menarik justru terletak pada siapa yang akan mendampingi Prabowo. Menurutnya, pilihan pendamping akan menentukan stabilitas pemerintahan sekaligus peta kompetisi pemilu berikutnya.

Ia menyodorkan tiga opsi kriteria Cawapres ideal bagi Prabowo: berasal dari internal Partai Gerindra, tokoh non-partai politik, atau sosok yang tidak memiliki ambisi maju sebagai capres di masa depan.

"Pak Prabowo akan rugi jika memilih Cawapres dari partai lain, karena itu sama saja memberikan panggung bagi partai lain untuk bersinar di lingkar koalisi," jelas Hensa.

Selain itu, ia mewanti-wanti risiko memilih pendamping yang memiliki ambisi politik besar. Menurutnya, figur yang terlalu berambisi menjadi capres cenderung sibuk membangun panggung pribadi ketimbang fokus membantu tugas-tugas kepresidenan.

Catatan untuk Gibran Saat disinggung mengenai peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk kembali mendampingi Prabowo, Hensa memberikan catatan kritis. Ia berpendapat, jika Gibran memiliki orientasi politik untuk maju sebagai calon presiden pada 2034, hal itu bisa menjadi pertimbangan bagi Prabowo untuk mencari alternatif lain.

"Kalau Gibran memiliki ambisi menjadi capres pada 2034, sebaiknya Prabowo mempertimbangkan kembali pilihannya (untuk mendampingi lagi)," pungkas Hensa. (Antara)

Baca Juga: Band 'Beringins', Lia Ladysta hingga Saipul Jamil, Rayakan Ultah Hj Erna Alif Rosnayni

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Sekjen Gerindra Sugiono merespons dukungan PAN dan PKB agar Presiden Prabowo maju kembali di Pilpres 2029. Gerindra sebu...

news | 07:15 WIB

Ketua Banggar DPR Said Abdullah meminta Presiden Prabowo memimpin langsung reformasi sektor keuangan dan fiskal menyusul...

news | 06:00 WIB

Pengamat Farid Subkhan dan CIO Danantara Pandu Sjahrir tegaskan peran Danantara sebagai pemain pasar, bukan regulator. S...

news | 17:15 WIB

Mendag Budi Santoso dorong produsen perbanyak 'second brand' minyak goreng untuk dampingi Minyakita jelang Lebaran 2026....

news | 16:15 WIB

Menteri LH Hanif Faisol soroti darurat sampah di Tangerang Selatan. Ia instruksikan Pemda konsisten kelola sampah dan an...

news | 15:15 WIB

Presiden China Xi Jinping ingatkan Donald Trump bahwa Taiwan adalah isu paling sensitif dalam hubungan China-AS. Simak d...

news | 13:15 WIB

Kemenhut cabut izin Yayasan Margasatwa Tamansari selaku pengelola Bandung Zoo. Simak skema penyelamatan satwa dan pengam...

news | 12:30 WIB

Baznas RI menetapkan zakat fitrah 1447 H/2026 M sebesar Rp50.000 per jiwa dan fidiah Rp65.000 per hari. Simak aturan len...

news | 11:30 WIB

Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani pastikan stok beras 3,3 juta ton aman untuk Ramadhan & Idul Fitri 2026. Simak rincian b...

news | 08:15 WIB

Presiden Prabowo berikan atensi khusus pada kasus siswa SD di NTT yang akhiri hidup. Mensesneg Prasetyo Hadi instruksika...

news | 07:15 WIB