Mendag Minta Produsen Perbanyak 'Second Brand' untuk Dampingi Minyakita

Mendag Budi Santoso dorong produsen perbanyak 'second brand' minyak goreng untuk dampingi Minyakita jelang Lebaran 2026. Simak bedanya dengan Minyakita.

Elara | MataMata.com
Kamis, 05 Februari 2026 | 16:15 WIB
Menteri Perdagangan Budi Santoso (kiri) memberikan keterangan kepada pers usai meninjau pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Menteri Perdagangan Budi Santoso (kiri) memberikan keterangan kepada pers usai meninjau pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). (ANTARA/Aria Ananda)

Matamata.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta produsen minyak goreng untuk memperbanyak produksi second brand atau merek alternatif sebagai pendamping Minyakita.

Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan menjelang Ramadhan dan Idulfitri 2026.

Mendag menjelaskan bahwa ketergantungan masyarakat pada Minyakita perlu dikurangi. Pasalnya, Minyakita merupakan instrumen intervensi pasar berbasis Domestic Market Obligation (DMO) yang jumlahnya terbatas dan sangat bergantung pada kinerja ekspor nasional.

"Second brand ini adalah pendamping Minyakita. Harganya terjangkau, kualitasnya sama, bahkan kalau bisa lebih bagus," ujar Budi saat meninjau pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Kamis (5/2).

Alternatif Harga Terjangkau Second brand merujuk pada merek alternatif yang diproduksi oleh pabrik atau grup usaha yang sama dengan merek utama (main brand), namun dijual dengan harga lebih ekonomis.

Mendag mencatat, jumlah merek alternatif ini kini berkurang di pasar, sehingga konsumen cenderung terfokus hanya pada Minyakita.

"Padahal jumlah Minyakita terbatas. Jika ekspor turun, otomatis pasokannya berkurang. Padahal minyak goreng jenis lain sebenarnya berlimpah," tambah Budi.

Meskipun second brand tidak diatur melalui Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti Minyakita yang dipatok Rp15.700 per liter, produsen diminta tetap menjadikan harga Minyakita sebagai acuan.

Minyakita Bukan Produk Subsidi Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan, meluruskan anggapan masyarakat bahwa Minyakita adalah barang subsidi.

"Tidak ada subsidi pemerintah atau uang negara di Minyakita. Produk ini sepenuhnya bergantung pada kewajiban DMO produsen yang melakukan ekspor. Kalau tidak ada ekspor, tidak ada kewajiban DMO," tegas Iqbal.

Baca Juga: Kemenhut Cabut Izin Pengelola Bandung Zoo demi Selamatkan Satwa

Berdasarkan data per 5 Februari 2026, penyaluran Minyakita melalui BUMN Pangan telah mencapai 33 persen dari target kebijakan 35 persen DMO.

Dampaknya, harga rata-rata nasional Minyakita kini mulai melandai dari Rp16.800 ke kisaran Rp16.200 per liter.

Pemerintah memastikan stok minyak goreng nasional dalam kondisi aman dan siap melakukan intervensi jika terjadi lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

PT Pupuk Indonesia sediakan 6 Mobil Uji Tanah gratis di Sumatera. Bantu petani hemat pupuk hingga 30% dan tingkatkan has...

news | 16:10 WIB

DPP PDIP Said Abdullah menegaskan posisi politik PDIP sebagai penyeimbang objektif untuk pemerintahan Presiden Prabowo S...

news | 12:15 WIB

Simak susunan pemain resmi Turki vs Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026. Turki andalkan Arda Guler dan Kenan Yildiz seja...

news | 10:30 WIB

KPK tegaskan tak akan duplikasi pengusutan kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasiona...

news | 07:15 WIB

Roy Suryo dan Dokter Tifa terpaksa menjalani rawat inap di RS Polri Kramat Jati usai ditangkap Polda Metro Jaya pada Jum...

news | 06:00 WIB

Pemerintah mempercepat Program BSPS (bedah rumah) dengan target 400 ribu unit di 2026. Simak strategi Menteri PKP Maruar...

news | 14:53 WIB

Produk kopi Indonesia sukses meraup potensi transaksi hingga Rp66 miliar di ajang World of Coffee Bangkok 2026. Pasar Th...

news | 13:42 WIB

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan pemerintah berkomitmen mempercepat RUU Perampasan Aset, namun kini keputus...

news | 13:37 WIB

Wakil Presiden Gibran Rakabuming tiba di Gorontalo untuk membuka PENAS XVII 2026 dan meninjau PSN Bendungan Bulango Ulu ...

news | 12:00 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok selama libur sekolah 2...

news | 11:15 WIB