Kemendag Targetkan Harga Minyakita Sesuai HET Rp15.700 pada Februari 2026

Kemendag optimistis harga Minyakita turun ke HET Rp15.700 per liter pada Februari 2026 berkat aturan wajib setor 35 persen ke BUMN Pangan.

Elara | MataMata.com
Kamis, 29 Januari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi - Minyak goreng rakyat atau yang dikenal dengan Minyakita. (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Ilustrasi - Minyak goreng rakyat atau yang dikenal dengan Minyakita. (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Matamata.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memproyeksikan harga minyak goreng rakyat (Minyakita) akan kembali stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) pada Februari 2026. Optimisme ini muncul seiring dengan tren penurunan harga dan optimalisasi distribusi ke pasar-pasar rakyat.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa penurunan harga terjadi setelah pemerintah memperkuat kewajiban distribusi produsen melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 43 Tahun 2026.

"Sesuai Permendag 43, produsen wajib mendistribusikan minimal 35 persen produksinya kepada Bulog dan ID FOOD. Kami cukup yakin target tercapai karena tren penurunan harga sudah mulai terlihat," ujar Iqbal di Jakarta, Kamis (29/1).

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), rata-rata nasional harga Minyakita pekan lalu berada di angka Rp16.800 per liter. Pekan ini, harga tersebut telah melandai ke kisaran Rp16.500 per liter.

Meskipun masih di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter, Iqbal optimistis kelancaran distribusi dari BUMN Pangan akan terus menekan harga di lapangan hingga akhir bulan ini.

Stok Aman Menjelang Ramadan Iqbal menegaskan bahwa Minyakita merupakan segmen khusus untuk menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah serta pelaku usaha mikro di sektor kuliner. Dengan konsumsi minyak goreng nasional yang mencapai 250 ribu ton per bulan, pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan stok antara Minyakita, minyak goreng premium, dan second brand.

"Jika distribusi sudah optimal, kami harapkan akhir bulan ini atau memasuki Februari, harga sudah sesuai kesepakatan HET Rp15.700," jelasnya.

Penguatan distribusi dan pengawasan ini juga menjadi langkah preventif pemerintah guna menjaga stabilitas harga menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 2026. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Presiden Prabowo Subianto dan KSP Dudung Abdurachman dijadwalkan hadir di Monas untuk menyerap aspirasi pada puncak Hari...

news | 15:03 WIB

TNI AU menggelar latihan matra udara Sarva Gesit-26 di Bogor untuk mengasah kemampuan pilot helikopter dalam misi tempur...

news | 14:58 WIB

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada 1.500 Komandan Satuan TNI di Unhan Sentul. Bahas peran strategis TN...

news | 13:03 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut kekayaan budaya Indonesia, seperti lukisan purba di Pulau Muna, adalah potensi eko...

news | 11:57 WIB

Mensos Saifullah Yusuf memastikan korban kecelakaan KRL di Bekasi mendapatkan asesmen pemberdayaan ekonomi agar kemandir...

news | 11:54 WIB

Wamenekraf Irene Umar dorong kriya seni ukir Jepara tembus pasar internasional melalui strategi hilirisasi dan perlindun...

news | 10:55 WIB

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta advokat muda Indonesia menjaga integritas dan membantu rakyat kecil me...

news | 10:53 WIB

China tingkatkan ekspor bahan bakar menjadi 500.000 ton pada Mei 2026 demi stabilitas energi global di tengah konflik Se...

news | 09:45 WIB

Wamendiktisaintek Stella Christie ingatkan ASN pentingnya deep thinking dan system thinking dalam mengambil kebijakan ag...

news | 09:42 WIB

Pemerintah resmi menerbitkan Permendag No 11 Tahun 2026 untuk membatasi impor gandum, kacang, hingga buah pir demi melin...

news | 08:41 WIB