Pertamina Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying, Pastikan Stok BBM Nasional Aman

Pertamina Patra Niaga dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengimbau warga tidak panic buying. Stok BBM nasional dipastikan aman dan tidak hanya bergantung pada Timur Tengah.

Elara | MataMata.com
Senin, 16 Maret 2026 | 13:30 WIB
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra meninjau SPBU di Rest Area Km 57, Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). ANTARA/Aji Cakti

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra meninjau SPBU di Rest Area Km 57, Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3/2026). ANTARA/Aji Cakti

Matamata.com - PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying. Pertamina memastikan pasokan energi nasional dalam posisi stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penguatan pasokan jauh-jauh hari. Hal ini disampaikan Mars Ega saat meninjau kesiapan di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, Senin (16/3/2026).

"Terkait panic buying ini, kami meminta masyarakat agar tetap tenang. Pembelian secara berlebihan justru akan menimbulkan efek yang kurang baik di lapangan," ujar Mars Ega.

Senada dengan Pertamina, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa stok BBM tersedia di seluruh pelosok Tanah Air. Ia meminta masyarakat tidak perlu khawatir karena proses produksi dan distribusi terus berjalan sesuai standar operasional yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Bahlil, ketahanan stok BBM saat ini bersifat dinamis. Meskipun distribusi harian terus berjalan, pasokan baru secara konsisten masuk ke sistem penyimpanan nasional.

"Pasokan BBM kita tidak hanya bergantung pada satu sumber. Selain dari kilang dalam negeri, ketersediaan BBM juga diperkuat melalui impor dari berbagai negara, termasuk Malaysia dan Singapura," jelas Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa situasi di kawasan Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, tidak berdampak langsung secara drastis terhadap ketersediaan fisik BBM di Indonesia berkat diversifikasi sumber pasokan tersebut.

Sebagai langkah jangka panjang, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional. Infrastruktur baru akan dibangun untuk memperkuat cadangan penyangga (buffer stock) BBM agar mampu mencukupi kebutuhan nasional setidaknya hingga tiga bulan ke depan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

KPK menyebut sistem pengadaan barang dan jasa Pemkab Rejang Lebong rentan korupsi dengan skor MCP hanya 61. Simak detail...

news | 13:13 WIB

Anggota Komisi XI DPR RI, Eric Hermawan, menilai gagasan menjadikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai cabang kekuasaan...

news | 12:29 WIB

Komisi III DPR kecam penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Sebut aksi ini sebagai perlawanan terha...

news | 12:26 WIB

Baznas RI cetak rekor pengumpulan Zakat Istana 2026 sebesar Rp4,3 miliar. Presiden Prabowo, Wapres Gibran, dan jajaran m...

news | 12:21 WIB

Mendag Budi Santoso meninjau Pasar Rawasari dan memastikan harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan daging ay...

news | 09:30 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mempercepat proyek Blok Masela senilai Rp339 triliun. Pemerintah targetkan tender EPC dimu...

news | 08:45 WIB

PT Jasamarga Transjawa Tol berikan diskon tarif tol 30% hingga 46% untuk mudik Lebaran 2026. Cek jadwal, rute Jakarta-Se...

news | 07:15 WIB

Pertamina Patra Niaga dan Kemen ESDM menjamin stok BBM serta LPG di Sulawesi aman terkendali menjelang Idul Fitri 1447 H...

news | 06:00 WIB

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo meminta pemudik hubungi Hotline 110 jika ada gangguan keamanan. Polri juga gunakan S...

news | 14:52 WIB

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa s...

news | 14:49 WIB