BGN: 6 Juta Liter Jelantah Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Jadi Energi Hijau

Badan Gizi Nasional (BGN) memproyeksikan 6 juta liter minyak jelantah dari Program Makan Bergizi Gratis setiap bulan untuk dikonversi menjadi energi hijau.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:30 WIB
BGN: 6 Juta Liter Jelantah Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Jadi Energi Hijau

BGN: 6 Juta Liter Jelantah Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Jadi Energi Hijau

matamata.com - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan potensi besar di balik operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekitar enam juta liter minyak jelantah yang dihasilkan dari program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak energi hijau dan ekonomi sirkular nasional.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperkirakan menghasilkan 500 hingga 590 liter minyak jelantah per bulan. Dengan target 17.200 unit SPPG di Pulau Jawa, volume limbah minyak goreng ini mencapai angka yang fantastis.

"Jika dikalikan 500 liter, kurang lebih akan ada sekitar 6 juta liter minyak jelantah per bulan," ujar Dadan dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (8/5).

Dadan memaparkan, setiap SPPG rata-rata menghabiskan 800 liter minyak goreng bulanan. Menariknya, sekitar 70 persen dari penggunaan tersebut berakhir menjadi jelantah karena BGN menerapkan standar kesehatan yang ketat dalam pengolahan makanan.

"Di BGN, minyak tidak boleh digunakan berulang kali. Maksimal rata-rata hanya tiga kali penggorengan, setelah itu menjadi jelantah. Hal ini demi menjaga kualitas gizi bagi penerima manfaat," tegasnya.

Selain pengelolaan limbah, BGN mulai mengintegrasikan energi bersih dalam operasionalnya. Di beberapa wilayah, SPPG diarahkan menggunakan jaringan gas alam dan Compressed Natural Gas (CNG) untuk menciptakan sistem energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Dadan optimistis kolaborasi pengembangan energi hijau berbasis ekonomi sirkular ini akan memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi.

"Ini langkah awal kolaborasi kita. Minyak yang tadinya sampah menjadi bernilai; yang tadinya dibuang, kini menjadi uang," pungkas Dadan. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

DPR RI bersama lintas kementerian membahas finalisasi Perpres Ojol. Regulasi ini fokus mengawal pembagian tarif 92 perse...

news | 15:51 WIB

PT Danantara Asset Management (DAM), entitas di bawah Danantara Indonesia, resmi mengambil alih empat perusahaan manajer...

news | 15:43 WIB

Majelis Hakim PN Jakarta Timur mengabulkan eksepsi Dokter Tifa. Sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terk...

news | 14:48 WIB

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut Istana belum membahas sosok pengganti Wamentan usai Sudaryo...

news | 14:33 WIB

BNN RI merampas aset Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus narkotika senilai Rp165 miliar. Kepala BNN Komjen Pol Suy...

news | 14:27 WIB