Warga Filipina berfoto dengan mobil kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto, Maung Garuda, di sela-sela rangkaian KTT Ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Matamata.com - Mobil kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto, MV3 Garuda Limousine produksi PT Pindad, menjadi pusat perhatian delegasi dan warga Filipina dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu. Kendaraan taktis berkelir putih ini tampil mencolok di tengah barisan mobil kepresidenan lainnya yang didominasi sedan hitam.
"Saya melihat ini kendaraan yang menakjubkan," ujar Yusail, salah satu warga Cebu yang mengabadikan momen saat Maung melintas di area konferensi, sebagaimana dikutip dari siaran pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (9/5/2026).
Maung Garuda merupakan varian SUV-limousine yang didesain khusus untuk kepala negara. Sejak mendarat di Filipina, kendaraan karya anak bangsa ini terus menjadi sorotan publik maupun peserta pertemuan tingkat tinggi tersebut. Kehadirannya menjadi simbol kemandirian industri pertahanan Indonesia di panggung internasional.
Alex, warga setempat lainnya, bahkan menyempatkan diri berswafoto dengan latar belakang mobil tersebut. Menurutnya, estetika Maung Garuda sangat unik dan jarang ditemui di negaranya.
"Kendaraan ini sangat klasik dan berbeda dengan kendaraan lainnya yang pernah saya lihat di Filipina," ungkap Alex mengagumi desain gagah mobil tersebut.
Tak hanya dari sisi visual, aspek keamanan Maung juga mendapat apresiasi. Kathrine, seorang petugas keamanan KTT ASEAN ke-48, menilai kendaraan tersebut memiliki standar keamanan mumpuni bagi seorang kepala negara. Ia menyebut Maung memberikan kesan tangguh dan aman untuk mendukung agenda diplomasi Presiden.
Penggunaan produk PT Pindad di forum internasional ini membawa pesan strategis mengenai kapasitas manufaktur dalam negeri. Pemerintah secara konsisten menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan dengan standar global, khususnya di sektor pertahanan dan otomotif.
Kehadiran Maung Garuda di Cebu memberikan warna tersendiri dalam panggung diplomasi. Langkah Presiden Prabowo membawa produk industri pertahanan ke luar negeri berfungsi ganda: sebagai moda transportasi resmi sekaligus instrumen promosi kemandirian industri nasional di mata dunia. (Antara)