Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menteri Rosan: Investasi Jadi Motor Resiliensi Nasional

Menteri Investasi Rosan Roeslani menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% pada Kuartal I 2026 dengan realisasi investasi mencapai 30,2 miliar dolar AS.

Elara | MataMata.com
Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:10 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara "Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast" di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (8/5/2026). ANTARA/Aria Ananda

Matamata.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kokoh di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian global. Hal ini tercermin dari realisasi investasi pada Kuartal I 2026 yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam paparannya, Rosan mengungkapkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada Kuartal I 2026. Dari angka tersebut, sektor investasi menyumbang sekitar 1,79 persen poin terhadap total pertumbuhan.

"Indonesia tetap resilien di tengah tantangan. Baik dari segi pertumbuhan ekonomi maupun kebijakan, kita terus melakukan penyempurnaan guna memberikan kepastian bagi investor," ujar Rosan usai acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Rosan memaparkan bahwa kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kini meningkat ke kisaran 31-32 persen, naik dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 27-28 persen. Adapun total realisasi investasi sepanjang kuartal pertama tahun ini mencapai 30,2 miliar dolar AS dan berhasil menyerap sebanyak 706.659 tenaga kerja.

Mengenai asal investasi, Singapura masih memegang posisi sebagai investor asing langsung (FDI) terbesar, disusul oleh Hong Kong, China, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Belanda.

"Indonesia open for business. Kami terus memangkas birokrasi, mengurangi regulasi yang menghambat, dan meningkatkan kepastian hukum agar momentum ekonomi ini tetap terjaga," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady, menilai stabilitas dan skala ekonomi Indonesia menjadi daya tarik utama bagi pemodal internasional. Menurutnya, di era ketidakpastian saat ini, investor tidak lagi sekadar mengejar efisiensi, melainkan kepastian.

"Indonesia menawarkan sesuatu yang langka: skala, stabilitas, sumber daya, dan kebijakan luar negeri yang terbuka bagi semua pihak," kata James.

Forum Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast edisi Mei 2026 ini dihadiri oleh puluhan duta besar dan kepala perwakilan diplomatik. Acara ini dirancang sebagai wadah komunikasi strategis antara pemerintah, dunia usaha, dan korps diplomatik untuk memperkuat kepercayaan mitra internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Pertamina resmi menyetop distribusi Biosolar di SPBU Teuku Umar Denpasar selama 30 hari akibat praktik curang penggunaan...

news | 10:56 WIB

Diaspora Indonesia di Filipina sampaikan rasa bangga dan apresiasi atas keramahan Presiden Prabowo Subianto saat menghad...

news | 10:51 WIB

Mensos Gus Ipul dan Wamensos Agus Jabo datangi KPK untuk konsultasi pengadaan barang dan jasa 2026. Fokus utama: menjaga...

news | 10:46 WIB

Anggota Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia mendukung usulan Bawaslu untuk mem-blacklist pelaku politik uang dari kepesertaa...

news | 09:45 WIB

Menteri PKP Maruarar Sirait siapkan regulasi KPR 40 tahun. Simak simulasi cicilannya yang diprediksi turun hingga Rp800 ...

news | 06:00 WIB

Jamaah haji Embarkasi Padang Gelombang II mulai diterbangkan langsung ke Jeddah. Simak rincian keberangkatan Kloter 12 d...

news | 15:35 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa putuskan tidak menonaktifkan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama meski namanya terseret dakwa...

news | 15:15 WIB

Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta penerima beasiswa LPDP Angkatan 273 untuk memberikan dampak nyata bagi kemajuan I...

news | 14:34 WIB

Mensos Saifullah Yusuf membentuk tim khusus yang dipimpin Wamensos untuk menyelidiki polemik pengadaan sepatu Sekolah Ra...

news | 13:07 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kecewa laga Persija vs Persib batal di GBK. Simak alasan keamanan dan lokasi terbaru ...

news | 13:00 WIB