Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri acara "Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast" di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (8/5/2026). ANTARA/Aria Ananda
Matamata.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa ekonomi Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kokoh di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian global. Hal ini tercermin dari realisasi investasi pada Kuartal I 2026 yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam paparannya, Rosan mengungkapkan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen pada Kuartal I 2026. Dari angka tersebut, sektor investasi menyumbang sekitar 1,79 persen poin terhadap total pertumbuhan.
"Indonesia tetap resilien di tengah tantangan. Baik dari segi pertumbuhan ekonomi maupun kebijakan, kita terus melakukan penyempurnaan guna memberikan kepastian bagi investor," ujar Rosan usai acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Rosan memaparkan bahwa kontribusi investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kini meningkat ke kisaran 31-32 persen, naik dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 27-28 persen. Adapun total realisasi investasi sepanjang kuartal pertama tahun ini mencapai 30,2 miliar dolar AS dan berhasil menyerap sebanyak 706.659 tenaga kerja.
Mengenai asal investasi, Singapura masih memegang posisi sebagai investor asing langsung (FDI) terbesar, disusul oleh Hong Kong, China, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Belanda.
"Indonesia open for business. Kami terus memangkas birokrasi, mengurangi regulasi yang menghambat, dan meningkatkan kepastian hukum agar momentum ekonomi ini tetap terjaga," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady, menilai stabilitas dan skala ekonomi Indonesia menjadi daya tarik utama bagi pemodal internasional. Menurutnya, di era ketidakpastian saat ini, investor tidak lagi sekadar mengejar efisiensi, melainkan kepastian.
"Indonesia menawarkan sesuatu yang langka: skala, stabilitas, sumber daya, dan kebijakan luar negeri yang terbuka bagi semua pihak," kata James.
Forum Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast edisi Mei 2026 ini dihadiri oleh puluhan duta besar dan kepala perwakilan diplomatik. Acara ini dirancang sebagai wadah komunikasi strategis antara pemerintah, dunia usaha, dan korps diplomatik untuk memperkuat kepercayaan mitra internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia. (Antara)