Target Investasi Triwulan I 2026 Diprediksi Tembus Rp497 Triliun, Sektor Hilirisasi Jadi Motor Utama

Menteri Investasi Rosan Roeslani optimistis realisasi investasi triwulan I 2026 mencapai Rp497 triliun. Sektor hilirisasi menyumbang 30% dan serap 627 ribu pekerja.

Elara | MataMata.com
Senin, 13 April 2026 | 14:32 WIB
Target Investasi Triwulan I 2026 Diprediksi Tembus Rp497 Triliun, Sektor Hilirisasi Jadi Motor Utama

Target Investasi Triwulan I 2026 Diprediksi Tembus Rp497 Triliun, Sektor Hilirisasi Jadi Motor Utama

matamata.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyatakan optimismenya bahwa realisasi investasi pada triwulan I 2026 akan mencapai Rp497 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 7 persen secara tahunan (year-on-year).

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/4), Rosan menegaskan bahwa capaian tersebut selaras dengan target yang telah dipetakan pemerintah untuk awal tahun ini.

"Insyaallah target yang dicanangkan pemerintah pada triwulan pertama ini bisa kami capai, yaitu sebesar Rp497 triliun," ujar Rosan.

Lonjakan investasi ini diperkirakan akan memberikan dampak signifikan terhadap sektor ketenagakerjaan. Pemerintah memproyeksikan penyerapan tenaga kerja mencapai 627 ribu orang, atau naik 5,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Sebagai informasi, pemerintah menetapkan target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Angka ambisius ini merupakan bagian dari strategi Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi menuju angka 8 persen, sesuai target RPJMN 2025-2029.

Hilirisasi dan Sektor Unggulan Rosan mengungkapkan, sektor hilirisasi tetap menjadi tulang punggung dengan kontribusi mencapai 30 persen dari total investasi yang masuk.

"Hilirisasi masih menjadi salah satu kontributor besar bagi seluruh investasi yang masuk ke Indonesia," tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian Investasi, industri logam dasar memimpin realisasi dengan angka sekitar Rp67 triliun. Disusul oleh sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi (Rp54 triliun), serta sektor pertambangan (Rp51 triliun). Selain itu, sektor jasa lainnya menyumbang Rp43 triliun, sementara perumahan dan kawasan industri mencatat Rp36 triliun.

Peta Sebaran dan Asal Negara Dari sisi wilayah, DKI Jakarta masih menjadi magnet utama dengan nilai Rp74 triliun, diikuti Jawa Barat (Rp72 triliun), Jawa Timur (Rp38 triliun), Sulawesi Tengah (Rp34 triliun), dan Banten (Rp33 triliun).

Terkait asal modal, investor dari Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat masih mendominasi. Menariknya, Rosan mencatat adanya peningkatan minat dari negara-negara Timur Tengah di tengah dinamika geopolitik global.

Baca Juga: Kemensos Kaji Penebalan Bansos 2026 untuk Jaga Daya Beli, Cair Pekan Ketiga April

"Walaupun ada tantangan geopolitik dan geoekonomi, kami melihat peluang tetap terbuka. Indonesia diterima oleh semua negara karena kebijakan luar negeri yang terbuka dan stabil," jelas Rosan.

Pemerintah berkomitmen untuk terus meminimalkan faktor ketidakpastian guna menjaga iklim investasi tetap kondusif dan mendukung target ekonomi nasional. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Nilai ekspor kecap Indonesia Januari-Agustus 2026 tembus Rp340 Miliar. Pasar Australia dan Malaysia mendominasi berkat t...

news | 12:56 WIB

Veda Ega Pratama cetak sejarah jadi pembalap Indonesia pertama yang raih pole position di Moto3 GP Australia 2026. Simak...

news | 12:54 WIB

PBB merasa sangat khawatir atas eskalasi kekerasan dan pemblokadean Tepi Barat oleh Israel usai serangan penembakan yang...

news | 11:00 WIB

Presiden AS Donald Trump berencana mencabut tarif impor 50 persen atas barang Kanada guna mengamankan suara Partai Repub...

news | 10:30 WIB

MILLS meluncurkan koleksi Spring/Summer 2027 bertajuk 'Next Inheritance'. Menghadirkan teknologi seamless MILLS SIGNATUR...

news | 10:00 WIB