Mentan Amran Siap Boyong Inovasi Pakan Ayam Probiotik IPB ke Presiden Prabowo

Mentan Andi Amran Sulaiman dukung penuh pakan ayam probiotik inovasi IPB. Siap bawa ke Presiden Prabowo jika mampu pacu pertumbuhan ayam kampung 1 kg dalam 40 hari.

Elara | MataMata.com
Sabtu, 11 April 2026 | 11:39 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ANTARA/Harianto

Matamata.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan dukungan penuh terhadap inovasi pakan ayam probiotik hasil riset IPB University. Mentan menegaskan kesiapannya untuk mempresentasikan inovasi ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto jika hasil di lapangan mampu memenuhi target efisiensi nasional.

"Kalau bisa capai target, saya siap bawa ke Presiden, kita beli. Jangan ragu, ini peluang besar," ujar Amran menanggapi riset peneliti IPB University, Ivan Taufik Nugraha, dalam kunjungannya ke Science Techno Park IPB, Bogor, Sabtu (11/4/2026).

Amran menekankan bahwa riset di sektor pertanian dan peternakan harus berorientasi pada solusi nyata yang berdampak ekonomi luas. Ia menyoroti potensi percepatan pertumbuhan ayam kampung yang selama ini dikenal lambat dibanding ayam ras.

"Kalau ayam kampung bisa dipercepat, misalnya 30–40 hari sudah mencapai satu kilogram, itu luar biasa. Ini yang harus kita kejar," tegasnya.

Dukungan pemerintah ini bertujuan memastikan hilirisasi inovasi tidak berhenti di laboratorium. Mentan menyatakan pemerintah siap menyerap hasil riset dalam skala besar untuk memberikan kepastian bagi peneliti sekaligus menjadi solusi bagi peternak dalam meningkatkan kesejahteraan.

Peneliti IPB University, Ivan Taufik Nugraha, menjelaskan bahwa pakan pakan inovasinya dirancang untuk meningkatkan kesehatan pencernaan, mempercepat pertumbuhan, hingga mendongkrak produksi telur.

"Formulasi ini meningkatkan bobot badan dengan cepat dan menambah massa telur ayam. Biasanya bobot telur bisa bertambah 20 sampai 30 persen," kata Ivan.

Selain efisiensi, riset ini fokus pada penanganan koksidiosis, penyakit yang kerap menyebabkan kematian massal pada ayam akibat diare parah. Dengan kandungan antikoksi, pakan ini mampu mencegah penyebaran penyakit dalam satu kandang.

Ivan menambahkan, kunci produktivitas terletak pada optimalisasi sistem pencernaan. Selama ini, protein pakan sering tidak terserap maksimal, yang ditandai dengan bau menyengat pada kandang.

"Dengan tambahan probiotik, nutrisi terserap hingga ke vili-vili usus secara maksimal. Hasilnya, bobot ayam naik lebih cepat dan aroma kotoran berkurang karena protein terserap sempurna," jelasnya.

Baca Juga: Kritik JK Dinanti di Istana, PAN: Bicara Langsung ke Prabowo Jauh Lebih Efektif

Melalui pendekatan nutrisi yang tepat, Ivan optimistis target Mentan agar ayam kampung mencapai bobot 1 kilogram dalam 40 hari dapat segera terealisasi secara massal. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menbud Fadli Zon menegaskan momentum Iduladha 1447 H harus memperkuat solidaritas sosial. Kementerian Kebudayaan salurka...

news | 14:02 WIB

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polri mengusut tuntas sindikat penipuan jual-beli titik SPPG Makan Bergizi Gratis yang...

news | 13:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyumbang sapi kurban jumbo seberat 1,2 ton untuk warga terdampak banjir di Dayeuhkolot, Kabu...

news | 13:55 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan sistem penyembelihan hewan kurban Idul Adha 2026 di Masjid Istiqlal ramah lingk...

news | 11:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto membeli sapi kurban jenis Limousin seberat 950 kg dari peternak lokal PPU untuk disalurkan pad...

news | 10:09 WIB

Indonesia surplus gas 2.500 MMCSFD. Kementerian ESDM dorong penggunaan LNG ritel dengan tabung VGL untuk substitusi BBM ...

news | 10:03 WIB

Presiden AS Donald Trump menyatakan stok uranium Iran harus diserahkan ke AS atau dimusnahkan, seiring rumor kesepakatan...

news | 09:30 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian resmi memerintahkan pemulihan total akses internet pasca-pembatasan ketat akibat gelomba...

news | 08:45 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan pemerintah menutup rapat keran impor beras dan fokus meningkatkan produksi pangan dalam ne...

news | 07:15 WIB

Wamentan Sudaryono menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sukses mendongkrak serapan komoditas pertanian lokal da...

news | 06:00 WIB