Rampai Nusantara: Pidato Presiden Prabowo di DPR Jaga Optimisme dan Stabilitas Nasional

Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar menilai pidato Presiden Prabowo soal KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR mampu menjaga optimisme dan stabilitas nasional.

Elara | MataMata.com
Kamis, 21 Mei 2026 | 09:19 WIB
Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, memberikan apresiasi atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu. ANTARA/HO-Rampai Nusantara

Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, memberikan apresiasi atas pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu. ANTARA/HO-Rampai Nusantara

Matamata.com - Ketua Umum Rampai Nusantara, Mardiansyah Semar, mengapresiasi pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) sebagai dasar penyusunan RAPBN 2027. Pidato tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga optimisme dan stabilitas nasional di tengah situasi global yang penuh tantangan.

"Pidato Presiden Prabowo hari ini perlu diapresiasi karena menghadirkan suasana kondusif dan memberikan ketenangan bagi rakyat. Di tengah dinamika global, masyarakat membutuhkan kepastian arah kebijakan, stabilitas, dan semangat persatuan," ujar Semar di Depok, Kamis (21/5/2026).

Pernyataan tersebut merespons pidato Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Semar menilai Presiden berhasil menyampaikan pesan kenegaraan yang menenangkan. Pidato tersebut sekaligus memberikan keyakinan kepada publik bahwa pemerintah memiliki arah jelas dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat fiskal, dan melindungi kepentingan rakyat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya menyatukan kekuatan bangsa demi menjaga perekonomian nasional dan memperkuat ketahanan negara. Pemerintah juga berkomitmen memastikan program-program prioritas berjalan demi kesejahteraan masyarakat.

Menariknya, momentum pidato ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, sehingga dinilai membawa pesan mendalam terkait persatuan dan optimisme kebangsaan.

Lebih lanjut, Semar berharap seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat sipil dan pemuda, dapat bersinergi menjaga stabilitas nasional dan mendukung agenda pembangunan pemerintah menuju Indonesia yang lebih maju.

"Yang dibutuhkan bangsa hari ini adalah kebersamaan, stabilitas, dan optimisme. Presiden telah memberikan pesan itu dengan sangat baik," pungkas Semar. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Anggota Komisi VII DPR mengusulkan anggaran 1.000 bioskop desa di APBN 2027. Langkah ini diambil demi menyelamatkan ruma...

news | 08:00 WIB

Menbud Fadli Zon menjajaki kerja sama strategis dengan delegasi Tiongkok (CAEDA & GDTTC) untuk investasi industri film, ...

news | 07:00 WIB

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik target investasi pariwisata hingga Rp63,5 triliun pada 2026. Fokus diarahkan ...

news | 06:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto melonggarkan aturan Dana Hasil Ekspor (DHE) sektor hulu migas. Pengusaha hanya wajib setor mak...

news | 18:21 WIB

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para menteri memangkas birokrasi dan mempercepat izin usaha. Prabowo tegaskan...

news | 14:27 WIB

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan kehadiran Presiden Prabowo dalam penyampaian KEM-PPKF 2027 di Rapat Paripurna menj...

news | 12:30 WIB

Kemlu RI mengonfirmasi 9 WNI peserta misi kemanusiaan Flotilla Gaza, termasuk 3 jurnalis nasional, ditangkap militer Isr...

news | 12:00 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan sampaikan langsung KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR RI. Simak tantangan geopolitik...

news | 11:26 WIB

Kemdiktisaintek bersama BRIN dan Danantara mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di 12 loka...

news | 11:15 WIB

Mentan Amran Sulaiman menjamin implementasi program Biodiesel 50 (B50) mulai 1 Juli 2026 tidak akan mengganggu pasokan m...

news | 10:30 WIB