Kemdiktisaintek Targetkan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Rampung 2028

Kemdiktisaintek bersama BRIN dan Danantara mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di 12 lokasi, target operasional 2028.

Elara | MataMata.com
Rabu, 20 Mei 2026 | 11:15 WIB
Kemdiktisaintek Targetkan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Rampung 2028

Kemdiktisaintek Targetkan Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Rampung 2028

matamata.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mempercepat proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar terbarukan. Langkah strategis ini diambil sebagai solusi konkret dalam menghadapi darurat sampah nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan, pengelolaan sampah yang optimal harus dimulai sejak dari sumbernya melalui sistem pemilahan yang ketat.

"Setiap jenis sampah membutuhkan pendekatan teknologi yang berbeda agar proses pengolahan lebih efektif dan efisien. Teknologi pirolisis, misalnya, bekerja optimal pada sampah plastik dengan tingkat kemurnian tertentu. Sementara teknologi lain lebih sesuai untuk sampah organik maupun residu," ujar Brian dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Sebagai solusi jangka panjang, Kemdiktisaintek bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Danantara tengah mengembangkan desain teknologi serta rekayasa pengolahan sampah berbasis riset nasional.

Berbagai hasil penelitian yang telah lulus uji coba (proven technology) disiapkan untuk mengolah sampah rumah tangga, industri, hingga limbah medis. Program ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Pemerintah juga mendorong pengembangan sistem pengolahan sampah secara desentralisasi di tingkat kawasan dan distrik, dengan kapasitas 10 hingga 100 ton per hari," kata Brian menambahkan.

Untuk tahap awal, Jakarta dan Bandung ditunjuk menjadi proyek percontohan (pilot project) penerapan model desentralisasi tersebut. Pendekatan berbasis wilayah ini diyakini mampu meningkatkan efisiensi teknologi sekaligus memangkas beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara signifikan.

Selain kesiapan teknologi, pemerintah tengah mempercepat regulasi, perizinan, dan standardisasi produk hilir pengolahan sampah. Produk yang disasar antara lain Bahan Bakar Minyak (BBM) terbarukan, Refuse Derived Fuel (RDF), biomassa, serta biochar.

Langkah akselerasi ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan pada Selasa (19/5/2026). Rapat tersebut mengacu pada amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025, khususnya Pasal 15 ayat 2 dan 3, mengenai percepatan implementasi pengolahan sampah menjadi energi.

Dalam forum tersebut, pemerintah menyepakati dua agenda utama. Pertama, percepatan pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 12 lokasi prioritas. Kedua, pengembangan teknologi pirolisis dan bioenergi untuk mengubah timbunan sampah menjadi bahan bakar terbarukan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Bantah Isu Pembatasan Kuota Pencairan Restitusi Pajak

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, volume sampah nasional diharapkan berkurang drastis sekaligus mampu menopang ketahanan energi nasional saat proyek mulai beroperasi penuh pada tahun 2028. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Kasatgas PRR Tito Karnavian meminta K/L dan Pemda mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sum...

news | 14:26 WIB

Presiden Prabowo Subianto memantau langsung karhutla Kalbar via helikopter. Luas kebakaran tembus 38 ribu hektare, TNI-P...

news | 12:20 WIB

Indonesia dan China resmi meluncurkan Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) pertama di Jakarta. Menlu Wang Yi sebut RI ...

news | 10:25 WIB

Pemerintah melalui BNPB memastikan pemulihan warga terdampak gempa di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT dikawal tuntas. ...

news | 08:45 WIB

KPK ungkap 3 klaster dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unsoed yang menjerat Rektor Prof. Akhmad Sodiq ...

news | 07:00 WIB