AS Sanksi Empat Aktivis Armada Bantuan Gaza, Tuduh Terkait Jaringan Hamas

Departemen Keuangan AS resmi menjatuhkan sanksi kepada empat aktivis armada bantuan (flotilla) Gaza atas tuduhan keterkaitan dengan jaringan Hamas. Berikut kronologinya.

Elara | MataMata.com
Rabu, 20 Mei 2026 | 07:00 WIB
Massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel. Aksi solidaritas tersebut digelar Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr

Massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel. Aksi solidaritas tersebut digelar Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr

Matamata.com - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) resmi menjatuhkan sanksi kepada empat orang yang terlibat dalam pengorganisasian armada kapal bantuan (flotilla) menuju Jalur Gaza. AS menuduh konvoi bantuan tersebut memiliki keterkaitan dengan kelompok Hamas.

"Hari ini, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS mengambil tindakan terhadap empat individu terkait dengan armada pro-Hamas, yang diorganisir oleh organisasi Advokasi Rakyat Palestina di Luar Negeri (PCPA), karena berupaya masuk ke Gaza untuk mendukung Hamas," tulis pernyataan resmi Departemen Keuangan AS dalam siaran persnya, Selasa (19/5).

Keempat individu yang terkena sanksi tersebut adalah:

  1. Saif Hashim Kamel Abukishe (panitia penyelenggara).
  2. Hisham Abdallah Sulayman Abu Mahfuz (Pelaksana Sekretaris Jenderal dan Presiden PCPA).
  3. Mohammed Khatib (Koordinator Eropa di Belgia untuk penggalangan dana platform Samidoun).
  4. Jaldia Abubakra Aueda (Koordinator Samidoun di Spanyol).

Selain keempat nama di atas, Departemen Keuangan AS juga memberlakukan sanksi tambahan terhadap lingkaran pengaruh Ikhwanul Muslimin di Gaza, Gerakan Hasm yang berbasis di Mesir, serta kelompok Hamas.

Konvoi armada yang membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat di Jalur Gaza ini sebenarnya telah bertolak dari Barcelona, Spanyol, sejak 15 April lalu.

Namun, pada 29–30 April, para aktivis flotilla melaporkan bahwa pasukan Israel menyita kapal-kapal mereka di dekat Pulau Kreta, Yunani. Tak hanya menyita, pasukan Israel juga dituduh merusak mesin dan sistem navigasi kapal.

Pihak penyelenggara konvoi menyatakan bahwa armada kemanusiaan mereka dikepung dan menjadi sasaran pencegatan paksa oleh kapal perang Israel. Insiden tersebut terjadi di perairan internasional, sekitar 250 mil laut dari garis pantai Gaza. (Antara)

×
Zoomed
Berita Terkait TERKINI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu pembatasan kuota restitusi pajak di KPP. DJP telah cairkan Rp160 tri...

news | 08:15 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tarif cukai rokok (CHT) tidak naik pada tahun 2027. Kemenkeu pilih foku...

news | 06:15 WIB

Mentan Amran Sulaiman membongkar 3 kasus penyelewengan di Kementan, mulai dari mafia proyek, ASN buron (DPO), hingga per...

news | 18:05 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan peradilan militer tidak pandang bulu dan bisa menghukum lebih berat 4 oknum TNI pe...

news | 16:22 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka menerima DPP PMN di Istana Wapres. Pertemuan membahas penguatan nilai toleransi, visi Asta...

news | 16:16 WIB

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan Indonesia tidak membuat komitmen izin lintas udara dengan AS. Dokumen yang diteken...

news | 15:04 WIB

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta BEI dan OJK memperkuat regulasi agar investor lokal dan global merasa nyama...

news | 13:02 WIB

Kemenkeu melalui DJPb mencatat realisasi dana desa di Bengkulu mencapai Rp149,56 miliar per Mei 2026. Mukomuko jadi yang...

news | 11:04 WIB

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Dubes Kuwait untuk membahas dampak konflik Timur Tengah. Kuwa...

news | 10:46 WIB

Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak Kemenlu gerak cepat menyelamatkan 9 WNI yang ditangkap militer Israel saa...

news | 09:51 WIB